Pendampingan Digital Buka Peluang Baru bagi UMKM Sagon Wonodadi

KENDAL Upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi desa terus dilakukan di Desa Wonodadi, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal. Melalui program Mahasiswa Mengabdi Desa (MAHESA) 2026 dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), mahasiswa melakukan pendampingan pengembangan identitas produk Sagon Wonodadi agar lebih dikenal masyarakat luas dan memiliki nilai tambah dalam pemasaran.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Wonodadi tersebut difokuskan pada penguatan merek, promosi, dan pemanfaatan media digital untuk mendukung pemasaran produk pangan tradisional khas desa. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha lokal yang berkelanjutan.

Sagon merupakan salah satu produk unggulan Desa Wonodadi yang dikenal memiliki cita rasa gurih dan manis dengan aroma kelapa khas. Produk tradisional ini selama ini menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat karena dibuat menggunakan bahan sederhana dengan proses pengolahan yang masih mempertahankan cara tradisional.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa MAHESA 2026 terlebih dahulu melakukan observasi dan diskusi bersama pelaku UMKM guna memetakan potensi serta kebutuhan pengembangan usaha. Selanjutnya, pendampingan diberikan melalui pembaruan identitas merek, penyusunan media promosi, serta optimalisasi media digital sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.

Penanggung Jawab UMKM KKN MAHESA 2026 Desa Wonodadi Muhammad Afif Abadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“kami berharap produk Sagon khas Desa Wonodadi tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar saja tetapi dapat lebih di kenal oleh khalayak umum,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Jatengku, Rabu (01/07/2026).

Pelaku UMKM menyambut positif program pendampingan tersebut karena dinilai memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya branding atau penguatan merek dalam meningkatkan daya saing produk. Dengan strategi pemasaran yang lebih terarah, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan usahanya tanpa menghilangkan cita rasa serta nilai budaya yang menjadi ciri khas Sagon Wonodadi.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal, potensi ekonomi desa diharapkan semakin berkembang sekaligus menjaga keberlanjutan produk pangan tradisional sebagai identitas Desa Wonodadi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Babinsa Sape Tingkatkan Kewaspadaan Warga Lewat Patroli Malam

PDF 📄BIMA – Aparat TNI bersama pemerintah desa dan masyarakat memperkuat upaya menjaga keamanan lingkungan …

Babinsa Ingatkan Pentingnya Siskamling Demi Keamanan Desa

PDF 📄BINTAN – Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar Babinsa Desa Pengundang bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat …

Babinsa Tegaskan Dukungan untuk Kepemimpinan Baru Desa Tambak Sawah

PDF 📄SIDOARJO –  Serah terima jabatan Kepala Desa (Kades) Tambak Sawah periode 2026–2034 di Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *