LUMAJANG – Tradisi Pendem Sirah Lembu kembali menjadi sarana warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus memanjatkan doa keselamatan menyambut 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah.
Ritual budaya yang digelar pada Selasa (16/6/2026) tersebut diawali dengan arak-arakan kepala lembu mengelilingi desa. Prosesi itu diikuti puluhan gunungan hasil bumi dan ratusan penari tradisional yang menggambarkan kemakmuran masyarakat lereng Gunung Semeru selama setahun terakhir.
Kepala Desa (Kades) Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu terus dipertahankan karena diyakini membawa keberkahan bagi masyarakat desa.
“Tradisi ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, harapannya agar Desa Sumbermujur jadi desa yang aman, gemah ripah loh jinawi, dan debit airnya melimpah, tanahnya subur,” kata Yayuk Sri Rahayu, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu, (17/06/2026).
Dalam prosesi tersebut, kepala lembu terlebih dahulu diarak bersama hasil bumi warga sebelum dibacakan doa oleh tokoh adat dan masyarakat di punden setempat. Setelah itu, kepala lembu dikuburkan di kawasan wisata Hutan Bambu sebagai bagian dari rangkaian ritual adat.
Warga setempat meyakini tradisi Pendem Sirah Lembu menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada leluhur. Selain itu, kegiatan tersebut juga dianggap sebagai doa bersama agar desa tetap aman, makmur, serta terhindar dari berbagai bencana.
Usai prosesi penguburan, ratusan warga langsung memadati lokasi untuk memperebutkan gunungan hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling desa. Berbagai hasil pertanian seperti kangkung, kol, wortel, dan kentang dibawa pulang untuk dimasak bersama keluarga.
Salah seorang warga, Arini, mengaku senang mendapatkan bagian dari gunungan hasil bumi yang diyakini membawa keberkahan.
“Senang, dapat kangkung, kol, wortel, sama kentang. Kan sudah didoain di sini tadi, katanya berkah kalau dimasak di rumah,” ucap Arini.
Tradisi tahunan tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya masyarakat Desa Sumbermujur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga sekaligus menjaga warisan leluhur yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara