Meriahnya Malam 1 Muharram di Cibiru Hilir Lewat Sepakbola Api dan Bambu Gila

KABUPATEN BANDUNG Tradisi sepakbola api dan atraksi bambu gila kembali menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga serta mendekatkan generasi muda dengan masjid dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Perayaan yang berlangsung di halaman Masjid Safinatussalam pada Senin (16/6/2026) malam itu melibatkan anak-anak, remaja, hingga warga dewasa. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mempertahankan tradisi yang telah rutin digelar sejak hampir satu dekade terakhir.

Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Safinatussalam, Abdurrahman Elfikri, mengatakan perayaan Tahun Baru Islam di desa tersebut terus berkembang berkat dukungan masyarakat.

“Sekarang sudah mulai anak-anak banyak yang ikut. Orang tua pun banyak yang mendukung. Kami punya inisiatif, ya udah kita sekalian saja [gotong royong],” ujarnya sebagaimana diwartakan Tirto, Rabu, (17/06/2026).

Menurut Elfikri, kegiatan yang awalnya hanya digelar secara sederhana di lingkungan masjid mulai berkembang sejak 2016. Berbagai permainan dan kesenian tradisional kemudian ditambahkan sehingga menarik partisipasi lebih luas dari masyarakat.

Salah satu atraksi yang paling dinanti warga adalah sepakbola api. Permainan tersebut menggunakan bola dari batok kelapa kering yang dibakar dan dimainkan tanpa alas kaki. Pertandingan dibagi dalam kategori anak-anak, remaja, dan dewasa.

Rasyid, peserta berusia 11 tahun yang baru pertama kali mengikuti sepakbola api, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan saat mengikuti permainan tersebut.

“Susah-susah stres, tapi tahun depan pasti ikut lagi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pengalaman bermain bola api yang menurutnya tidak sesulit yang dibayangkan.

“Mainnya tidak susah, aman, dan gampang. Tidak sakit juga, kecuali kalau salah menendang kaki baru terasa sakit,” lanjut Rasyid.

Selain sepakbola api, warga juga disuguhi atraksi bambu gila dan penampilan Tabuhan Rampak Bedug yang dibawakan oleh anggota Ikatan Remaja Masjid. Beragam kegiatan tersebut menjadikan suasana malam pergantian tahun Hijriah semakin meriah.

Meski demikian, penyelenggara mengakui masih menghadapi kendala dalam penyediaan bahan utama untuk permainan sepakbola api, yakni kelapa kering.

“Paling sulit, paling mencari kelapa yang kering itu. Kami sampai Limbangan [Garut], sampai ke Jatinangor. Ya itu cukup sulit untuk mengadakan acara seperti ini, khususnya bola api,” ujarnya.

Ketua DKM Safinatussalam, Arif Yulianto, menilai keberhasilan kegiatan tersebut terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat yang terlibat secara sukarela tanpa dukungan anggaran khusus.

“Kita harus memperingati penuh dengan keberkahan dan rahmat dari Allah. Sehingga mendidik untuk selalu istikamah. Terus anak-anak kita selalu mengenal masjid untuk salat lima waktu,” harapnya.

Melalui tradisi yang terus dijaga, warga Desa Cibiru Hilir berharap nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan generasi muda terhadap masjid dapat terus tumbuh dari tahun ke tahun. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Model Desa Digital Warnasari Dinilai Layak Jadi Rujukan ASEAN

PDF 📄JEMBRANA – Penguatan inovasi berbasis data di tingkat banjar di Kabupaten Jembrana, Bali, kembali …

Gerbang Kantor Desa Klapagading Kulon Tertutup, Aparat Siaga

PDF 📄BANYUMAS – Situasi pelayanan di Kantor Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kembali …

Desa Grejeg Genjot Layanan Kesehatan Dasar Masyarakat

PDF 📄GRESIK – Pemerintah Desa Grejeg, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, terus memperkuat layanan kesehatan dasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *