BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang menargetkan kawasan budaya Rumah Baluk di Dusun Sebujit, Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, menjadi destinasi wisata unggulan Kalimantan Barat (Kalbar) seiring penyelenggaraan tradisi adat Nyobeng Sebujit 2026 yang resmi dibuka pada Senin (15/6/2026).
Pembukaan tradisi warisan masyarakat Dayak Bidayuh tersebut dihadiri ratusan masyarakat serta tamu dari berbagai daerah dan mancanegara. Tercatat sebanyak 402 tamu hadir, termasuk dari Malaysia, Singapura, dan India.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, mengatakan pelestarian budaya lokal harus berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata dan pembangunan kawasan adat.
“Tentunya hari ini saya sangat bangga dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hari ini kita bisa mengadakan Nyobeng. Saya selaku Bupati Bengkayang mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kebudayaan Bengkayang yang terus mendukung acara ini, serta seluruh masyarakat Dusun Sebujit, Desa Hli Buei,” ujarnya sebagaimana dilansir Detik Borneo, Selasa, (16/06/2026).
Menurut Darwis, perkembangan kawasan Sebujit menunjukkan kemajuan dibandingkan dua dekade lalu ketika akses menuju wilayah tersebut masih terbatas. Saat ini, Rumah Baluk Sebujit telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting bagi masyarakat Dayak Bidayuh.
Ia mengungkapkan bahwa replika Rumah Baluk yang dibangun di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta sejak 2007 menjadi salah satu rumah adat yang banyak dikunjungi wisatawan dan tamu kenegaraan.
“Pada saat KTT 2020, Rumah Baluk di anjungan TMII menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi oleh tamu pejabat negara. Saya mengajak masyarakat Kalimantan Barat, termasuk kawan-kawan dari Malaysia kalau ke Jakarta jangan hanya ke mall, tapi kunjungi Rumah Baluk di TMII,” ungkapnya.
Untuk mendukung pengembangan kawasan budaya tersebut, Pemkab Bengkayang berencana melakukan penataan kawasan Rumah Baluk dengan melibatkan Gregorius Antar Awal, arsitek yang pernah terlibat dalam perancangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Nanti Rumah Baluk ini akan kita design. Kita akan libatkan arsitek yang mendesign IKN, Gregorius Antar Awal,” jelas Darwis.
Selain pengembangan pariwisata, Pemkab Bengkayang juga menekankan pentingnya menjaga budaya dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
“Tidak hanya budaya, tarian adat juga kita lestarikan, tetapi ketahanan pangan juga harus kita dukung,” katanya.
Dengan pengembangan infrastruktur wisata dan pelestarian budaya yang berkelanjutan, kawasan Sebujit diharapkan mampu menjadi tujuan wisata unggulan Kalbar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Hli Buei di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara