GROBOGAN – Kebakaran diduga akibat korsleting listrik menghanguskan rumah milik seorang lansia di Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Kamis (28/5/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material sekitar Rp55 juta dan menghanguskan sejumlah barang berharga milik korban.
Rumah yang terbakar diketahui milik Ismail (70). Api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian belakang rumah sebelum dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan menggunakan material kayu.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Purwodadi Siswanto mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi bersama petugas pemadam kebakaran setelah menerima laporan warga terkait insiden tersebut.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Purwodadi bersama petugas pemadam kebakaran langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara,” ujar Siswanto, sebagaimana diberitakan Suara Baru, Kamis (29/05/2026).
Menurut Siswanto, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Gudel Ahmad Kusnin (51) yang sedang berada di area persawahan dekat rumah korban. Saksi melihat kepulan asap dari atap rumah sebelum api membesar dan melalap hampir seluruh bangunan.
“Melihat adanya api, saksi langsung berlari menuju rumah korban sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar,” jelas Siswanto.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil pemadam kebakaran akhirnya diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain.
Setelah api berhasil dikendalikan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kebakaran. Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik pada instalasi kabel di rumah korban.
Siswanto menjelaskan, rumah berbentuk limasan berukuran sekitar 12 x 12 meter itu didominasi material kayu jati sehingga api cepat membesar saat kebakaran terjadi.
“Bangunan rumah terbuat dari papan kayu jati dengan rangka campuran kayu dan bambu serta beratapkan genteng sehingga api cepat membesar saat kebakaran terjadi,” terang Siswanto.
Selain bangunan rumah, sejumlah barang berharga ikut terbakar, di antaranya lemari, tempat tidur, peralatan rumah tangga, barang elektronik, hingga uang tunai Rp7 juta yang disimpan di dalam lemari.
Korban juga menyampaikan kepada petugas bahwa instalasi listrik di rumahnya sebelumnya sering mengalami gangguan. Kondisi kabel listrik yang masih tersambung dengan bangunan lain diduga menjadi pemicu terjadinya korsleting.
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp55 juta,” kata Siswanto.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran,” tandas Siswanto. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara