Ironi Desa Wisata Wae Lolos, Jalan dan Listrik Belum Merata

MANGGARAI BARAT Ketimpangan pembangunan infrastruktur masih menjadi persoalan serius di Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), meski desa tersebut dikenal luas dengan julukan “Desa Seribu Air Terjun”. Minimnya akses jalan dan listrik di sejumlah kampung dinilai menghambat kesejahteraan masyarakat sekaligus perkembangan sektor pariwisata desa.

Sorotan terhadap kondisi tersebut disampaikan Julyo Kusumah dalam tulisan opininya yang mengulas kondisi pembangunan di Desa Wae Lolos. Menurutnya, julukan yang melekat pada desa wisata itu belum sepenuhnya sejalan dengan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar.

Desa Wae Lolos diketahui merupakan hasil pemekaran dari Desa Cunca Lolos pada 1977. Desa tersebut memiliki empat kampung besar, yakni Langgo, Rangat, Tembel, dan Ndengo, dengan potensi wisata alam berupa air terjun yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Namun, di balik potensi wisata yang besar, masih terdapat ketimpangan pembangunan antara kampung satu dengan lainnya. Kampung Langgo dan Ndengo disebut telah menikmati akses jalan yang lebih baik serta program elektrifikasi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada periode 2023-2025.

Sementara itu, Kampung Rangat dan Tembel hingga kini masih mengalami keterbatasan infrastruktur dasar, terutama akses listrik dan kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan.

Kondisi tersebut turut berdampak pada dunia pendidikan. Sekolah Dasar (SD) Negeri Rangat yang berada di Kampung Rangat disebut masih beroperasi tanpa dukungan listrik yang memadai. Situasi itu dinilai menjadi hambatan bagi siswa dalam mengakses perkembangan teknologi pendidikan di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dalam tulisannya, Julyo menilai pembangunan desa tidak boleh hanya berfokus pada promosi wisata semata, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan, pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak demi meningkatkan kualitas hidup warga desa.

Pemerintah Desa (Pemdes) Wae Lolos bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat juga didorong untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa, terutama pada sektor jalan dan energi listrik.

Selain itu, dinas terkait di lingkungan Pemkab Manggarai Barat diharapkan dapat bersinergi mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan. Dinas Pariwisata disebut telah aktif memperkenalkan potensi wisata Desa Wae Lolos, namun dukungan sektor infrastruktur dan energi dinilai masih perlu diperkuat.

“Pada akhirnya, fokus pembangunan yang paling mendesak saat ini adalah perbaikan jalan dan penyediaan listrik,” tulis Julyo Kusumah, sebagaimana diwartakan Voxntt, Jumat (29/05/2026).

Ia menambahkan, kemajuan sektor pariwisata seharusnya berjalan beriringan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa agar julukan “Desa Seribu Air Terjun” tidak sekadar menjadi simbol tanpa pemerataan pembangunan nyata. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Program Dokter Kecil di Samosir Dapat Dukungan Kahiyang Ayu

PDF đź“„SAMOSIR – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kahiyang Ayu, menegaskan …

Posyandu Desa Jadi Garda Depan Edukasi Kesehatan Masyarakat Klungkung

PDF đź“„KLUNGKUNG – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali bersama TP Posyandu Kabupaten Klungkung memperkuat …

Desa Wisata Penyangga Kelimutu Dapat Sorotan dari Wamen Pariwisata

PDF đź“„ENDE – Kunjungan Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Republik Indonesia (RI), Ni Luh Enik Ermawati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *