Pemkab Bandung Barat Turunkan Alat Berat untuk Bersihkan Saguling

BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat bergerak cepat membersihkan tumpukan sampah yang mencemari bantaran Waduk Saguling di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, sebagai respons atas keluhan warga dan ancaman gangguan lingkungan di kawasan perairan strategis tersebut.

Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan 10 truk pengangkut sampah serta satu unit alat berat untuk mengangkat limbah yang sudah lama menumpuk dan menimbulkan bau menyengat di sekitar waduk. Aksi ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Pemkab Bandung Barat juga menggandeng komunitas lingkungan, masyarakat sekitar, serta pengelola waduk PT Indonesia Power dalam upaya percepatan pembersihan kawasan.

Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat, Asep Ismail, menyebut langkah ini sebagai upaya darurat untuk mengatasi persoalan sampah yang sudah berlangsung lama dan berdampak langsung pada warga.

“Penanganan sampah di pinggir Waduk Saguling mulai diselesaikan hari ini,” ujar Asep saat berada di lokasi, Kamis (07/05/2026) sebagaimana diwartakan Ayo Bandung, Kamis, (07/05/2026).

Ia menegaskan, keterbatasan armada dan anggaran menjadi tantangan utama dalam penanganan sampah di kawasan tersebut. Pemkab saat ini juga tengah mengupayakan tambahan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk memperkuat fasilitas pengangkutan.

Selain itu, proses pembersihan turut dibantu alat berat dari PT Indonesia Power guna mempercepat pengangkatan sampah yang menumpuk di beberapa titik kritis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Ibrahim Adjie, menjelaskan bahwa penanganan sampah masih terkendala karena belum adanya kesepakatan resmi terkait sistem pengangkutan dari sumber utama pencemaran.

Menurutnya, tanggung jawab utama pengelolaan sampah berada pada pengelola kawasan, namun DLH tetap turun tangan untuk mencegah dampak lingkungan meluas.

Sampah yang didominasi limbah pasar, plastik, dan rumah tangga itu sebelumnya menyebabkan air waduk berubah keruh serta menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan warga sekitar.

“Kemarin air waduk dilaporkan berubah keruh dan mengeluarkan bau menyengat hingga memicu keluhan warga,” tandasnya.

Sementara itu, Senior Manager PLTA Saguling, Doni Bakar, mengingatkan bahwa penumpukan sampah juga berpotensi mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, terutama karena memicu pertumbuhan eceng gondok dan mempercepat sedimentasi waduk.

Ke depan, Pemkab Bandung Barat berharap penanganan sampah tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat dibangun sistem pengelolaan terpadu agar pencemaran tidak kembali terjadi dan fungsi waduk tetap terjaga sebagai sumber energi dan air baku. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pantai Teluk Kembali Tercemar, DLH Akui Sampah Terus Berdatangan

PDF đź“„PANDEGLANG – Tumpukan sampah plastik yang kembali memenuhi bibir Pantai Teluk di Desa Teluk, …

KDMP Madura Disorot, Kendaraan Program Desa Masih Dalam Penelusuran

PDF đź“„PAMEKASAN – Kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang terekam mengangkut tembakau di …

Petani Temanggung Dikenalkan Sistem Deteksi Hama Berbasis Data dan AI

PDF đź“„TEMANGGUNG – Petani di Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, mulai dikenalkan dengan teknologi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *