MAJALENGKA – Inovasi pengelolaan sampah berbasis desa di Desa Pangkalanpari, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai menunjukkan hasil nyata setelah kepala desa setempat mengubah limbah makanan dan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi seperti pakan ikan dan bahan daur ulang yang dapat dijual kembali.
Kepala Desa Pangkalanpari, Darum, memimpin langsung pengelolaan limbah tersebut dengan pendekatan sederhana namun berkelanjutan. Program ini memanfaatkan limbah Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta sampah plastik dari warga desa untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual, sekaligus mengurangi beban lingkungan di tingkat desa.
Kegiatan ini telah berjalan hampir satu tahun, meski masih dalam tahap pengembangan dengan keterbatasan alat dan sumber daya. Dalam praktiknya, sampah plastik dipilah, dibersihkan, lalu dijual kembali, sementara limbah makanan diolah menjadi bahan pakan ikan melalui proses pengeringan dan pengolahan sederhana.
Darum mengatakan, “Yang kami lakukan sekarang masih sederhana. Sampah plastik dipilah, dibersihkan, kemudian dijual kembali. Sampahnya berasal dari masyarakat yang dikumpulkan di desa,” ujar Darum, sebagaimana dilansir Kabar Majalengka, Kamis, (07/05/2026).
Selain sampah plastik, limbah makanan MBG juga diolah menjadi pelet ikan yang digunakan untuk budidaya ikan nila, lele, dan ikan mas di kolam milik desa. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pakan tersebut cukup efektif dan mampu menekan biaya operasional budidaya ikan.
Meski masih berskala kecil, inovasi ini dinilai membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa sekaligus mendukung pengurangan sampah organik dan anorganik. Pemerintah desa berharap adanya dukungan lanjutan berupa alat pengolahan dan modal agar program ini dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi sirkular di desa, di mana limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, model pengelolaan sampah berbasis desa ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi pengurangan sampah sekaligus penguatan ekonomi lokal berbasis inovasi lingkungan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara