13 Kecamatan di Cilacap Masuk Zona Rawan Karhutla dan Kekeringan

CILACAP Sebanyak 81 desa di Kabupaten Cilacap (Cilacap) masuk kategori rawan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mulai menyiapkan langkah antisipasi menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibanding kondisi normal.

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Menghadapi Musim Kemarau 2026 yang digelar di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cilacap, Rabu (06/05/2026). Rapat dihadiri Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), hingga unsur pentahelix.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Cilacap, Sumbowo, yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, menyebut wilayah Cilacap memiliki potensi bencana kompleks sehingga membutuhkan kesiapsiagaan lintas sektor.

“Memasuki musim kemarau tahun ini, kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak seperti krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, hingga menurunnya produktivitas pertanian. Semua ini membutuhkan langkah antisipatif yang cepat dan terkoordinasi,” ujarnya, sebagaimana dilansir Nusa Hits, Kamis (07/05/2026).

Manusia memang selalu baru panik ketika rumput mulai cokelat dan sumur mulai seret. Padahal tiap tahun pola ancamannya mirip, hanya level dramanya yang naik turun tergantung cuaca dan kesiapan birokrasi.

Forecaster Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Adnan Dendy Mardika, menjelaskan potensi fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada Mei hingga Juli 2026. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif diprediksi berlangsung hingga akhir tahun.

Menurutnya, suhu permukaan laut di selatan Pulau Jawa yang mulai mendingin sejak Juni berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan. BMKG memperkirakan musim kemarau dimulai pada Mei dasarian II dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus 2026 dan berlangsung sekitar enam bulan.

BMKG juga merekomendasikan penyesuaian pola tanam, penggunaan varietas tahan kekeringan, optimalisasi irigasi, hingga pemanfaatan sistem peringatan dini berbasis hotspot satelit guna mengurangi risiko bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Purwanto Kurniawan, mengatakan sebanyak 13 kecamatan dan 81 desa masuk kategori kerentanan tinggi terhadap karhutla. Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD menyiapkan 69 personel yang disebar di sejumlah wilayah kerja.

Selain personel, BPBD juga menyiapkan 250 tangki air bersih, 15 unit pompa pemadam, tujuh light tower, tiga armada tangki air, serta 20 tandon air sebagai langkah antisipasi distribusi bantuan di daerah rawan kekeringan.

Sementara itu, anggota DPRD Cilacap, Purwanti, mengapresiasi kesiapsiagaan pemerintah daerah dan berharap ada solusi jangka panjang bagi desa-desa yang rutin terdampak kekeringan setiap musim kemarau.

Di akhir rapat koordinasi, Sumbowo meminta camat dan kepala desa terus melakukan pemantauan wilayah secara berkala agar respons terhadap dampak musim kemarau dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana di Cilacap. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

DPR Buka Peluang Desa Adat Ikut Menentukan Arah Investasi Daerah

PDF 📄DENPASAR – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Hukum Adat kembali menguatkan posisi desa adat …

Hujan Deras Picu Banjir di Landak, Rumah Warga Terendam Lumpur

PDF 📄LANDAK – Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Kecamatan Banyuke Hulu memicu luapan …

Hujan Deras Picu Banjir Besar di Muratara, Permukiman Terendam

PDF 📄MURATARA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak dini hari memicu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *