Mapag Sri Rangdu: Kolaborasi Budaya dan UMKM

SUBANG Pemerintah Desa (Pemdes) Rangdu, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang menggelar bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari rangkaian pesta panen tradisi Mapag Sri, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini tak hanya menjadi perayaan hasil panen, tetapi juga strategi menggerakkan ekonomi warga berbasis desa.

Rangkaian acara yang digelar mencakup bazar UMKM, sepeda santai, senam bersama, lomba tutunggulan, hingga pagelaran seni budaya. Seluruh kegiatan dirancang untuk melibatkan masyarakat secara aktif sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.

Pemdes Rangdu memanfaatkan momentum pesta panen untuk memberi ruang bagi pelaku UMKM memasarkan produk, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil pertanian. Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan warga sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Kepala Desa (Kades) Rangdu Dunengsih menyampaikan bahwa penyelenggaraan Mapag Sri merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak di desa. “Kami berharap acara ini terus menginspirasi dan memperkuat semangat kreativitas serta wirausaha pelaku UMKM di Desa Rangdu,” ucap Dunengsih sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat Subang, Senin, (04/05/2026).

Apresiasi juga datang dari Kepolisian Sektor (Polsek) Pusakanagara melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Rangdu Eko Noviandi. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai ganda, yakni sebagai hiburan sekaligus sarana edukasi budaya.

“Kegiatan Mapag Sri yang dilaksanakan oleh Pemdes Rangdu ini patut diapresiasi, mengingat pentingnya menggerakkan perekonomian warga melalui acara seperti pentas seni dan bazar UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat di Desa Rangdu.”

Selain memperkuat ekonomi, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Partisipasi masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan dalam pembangunan desa.

Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa, komunitas, dan pelaku usaha, kegiatan seperti Mapag Sri diharapkan terus berlanjut dan menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di tingkat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Menden Jadi Laboratorium Pupuk Organik Mahasiswa UNY

PDF đź“„KLATEN – Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis pertanian berkelanjutan mulai dikembangkan di Desa …

TMMD 128 Pati Tak Hanya Bangun Jalan, Tapi Juga Tugu Sejarah

PDF đź“„PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa …

Sepak Bola Desa Silirejo Jadi Magnet Ekonomi dan Hiburan Warga

PDF đź“„KAJEN – Turnamen Sepak Bola Silirejo Cup 2026 di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *