Warga Sumanding Gelar Sedekah Bumi, Hadirkan Wayang Kulit Semalam Suntuk

JEPARA – Tradisi sedekah bumi di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, kembali digelar dengan meriah melalui pagelaran wayang kulit yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus upaya pelestarian budaya lokal, Minggu (26/4/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Dukuh Sumanding Duwur RT 12/RW 04 ini dipusatkan di kediaman perangkat desa setempat dan dihadiri Kepala Desa (Kades) Sumanding Afif Fatkhur Rohman, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para ketua RT dan RW, lembaga desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Pagelaran tersebut menghadirkan dalang Ki Masnanto bersama kelompok lawak Tengil CS dengan lakon Wiroto Parwo, serta dimeriahkan tiga waranggana. Pertunjukan juga disiarkan secara langsung melalui streaming untuk menjangkau penonton lebih luas.

Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan haul Buyut Mbirah yang menjadi tokoh leluhur yang dihormati masyarakat setempat. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur atas keberkahan hasil bumi.

“Tradisi sedekah bumi ini mempunyai makna yang lebih dari itu, tetapi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi atas panen yang berlimpah,” kata Sutaman sebagaimana dilansir Liputan7, Senin (27/04/2026).

Ia menjelaskan, sedekah bumi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat agraris yang menggantungkan hidup pada hasil alam. Oleh karena itu, tradisi ini menjadi sarana spiritual sekaligus sosial dalam menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan.

Lakon Wiroto Parwo yang dibawakan dalam pertunjukan mengisahkan masa penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata setelah kekalahan dari Kurawa. Cerita tersebut menonjolkan nilai ketabahan, strategi, dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Sumanding diharapkan dapat terus menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan sosial di tengah perubahan zaman yang semakin modern. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Korsleting Listrik Hanguskan 15 Rumah Petani di Desa Jarolia

PDF đź“„SUNAMGANJ – Kebakaran yang diduga dipicu korsleting jaringan listrik pedesaan menghancurkan 15 rumah keluarga …

Generasi Muda Monyemiji Mulai Jauh dari Tradisi, Festival Budaya Disiapkan

PDF đź“„JUBA – Kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda mengenai tradisi leluhur mendorong komunitas …

Festival Avenor 2026 Dorong Budaya dan Wisata Ghana

PDF đź“„AKATSI – Masyarakat Avenor di Ghana menjadikan Festival Avenortutodoza 2026 sebagai momentum untuk memperkuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *