Bupati Kotim Dorong Desa Maju Tanpa Tinggalkan Tradisi

SAMPIT – Kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim ke Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Luwuk Kuwan, Minggu (26/4/2026), tidak hanya berfokus pada agenda pembangunan, tetapi juga menegaskan komitmen pelestarian budaya lokal melalui keikutsertaan dalam ritual adat Dayak sekaligus peresmian fasilitas pendidikan di wilayah pedesaan.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Bupati Kotim Halikinnor bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Umar Kaderi serta jajaran terkait. Setibanya di lokasi, rombongan disambut masyarakat melalui ritual adat Lawang Sekepeng yang berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual.

Prosesi adat itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Maluput Hajat Bagantung Langit Batuyang Hawun yang dilaksanakan di rumah warga setempat. Ritual tersebut dimaknai sebagai simbol pelepasan dari ketidakpastian hidup serta harapan atas masa depan yang lebih baik.

“Kita masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala keberkahan yang diberikan,” ujar Halikinnor sebagaimana diberitakan Tribun Kalteng, Senin (27/04/2026).

Dalam kesempatan itu, Halikinnor juga memaparkan kondisi wilayah Kotim yang memiliki luas sekitar 16.796 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 454.515 jiwa per Desember 2024, tersebar di 17 kecamatan, 17 kelurahan, dan 168 desa dengan latar belakang suku yang beragam.

Selain menghadiri prosesi adat, agenda utama kunjungan tersebut adalah meresmikan SMA PGRI Telaga Antang sebagai bagian dari upaya peningkatan akses pendidikan di wilayah pedesaan. Peresmian ini menjadi langkah strategis Pemkab Kotim dalam memperkuat sektor pendidikan di daerah terpencil.

Halikinnor menegaskan pentingnya menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, ritual adat seperti bayar hajat tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam.

“Ritual bayar hajat bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk komunikasi manusia dengan kekuatan spiritual, sekaligus menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan leluhur,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya lokal juga berperan dalam memperkenalkan kekayaan daerah kepada generasi muda dan berpotensi menjadi daya tarik wisata berbasis budaya.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas masyarakat sekaligus mendorong pembangunan desa yang tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Korsleting Listrik Hanguskan 15 Rumah Petani di Desa Jarolia

PDF đź“„SUNAMGANJ – Kebakaran yang diduga dipicu korsleting jaringan listrik pedesaan menghancurkan 15 rumah keluarga …

Generasi Muda Monyemiji Mulai Jauh dari Tradisi, Festival Budaya Disiapkan

PDF đź“„JUBA – Kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda mengenai tradisi leluhur mendorong komunitas …

Festival Avenor 2026 Dorong Budaya dan Wisata Ghana

PDF đź“„AKATSI – Masyarakat Avenor di Ghana menjadikan Festival Avenortutodoza 2026 sebagai momentum untuk memperkuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *