MUARO JAMBI – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat desa diperkuat melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan “Green Festival Desa” yang digelar perusahaan perkebunan sawit di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam. Kegiatan ini melibatkan sekitar seribu warga sebagai bagian dari strategi kolaboratif menghadapi potensi karhutla tahun 2026.
Perusahaan Minamas Plantation melalui anak usahanya PT Bahari Gembira Ria (BGR) menginisiasi kegiatan tersebut dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur masyarakat desa. Kegiatan ini juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bumi, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran lingkungan berbasis komunitas.
“Minamas Plantation melalui anak usahanya PT Bahari Gembira Ria (BGR) melibatkan seribu warga dalam kegiatan Green Festival Desa 2026 yang digelar di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi untuk mencegah Karhutla tahun ini,” kata Akhmed Miraza Alinur.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muaro Jambi Ririn Novianty, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sungai Gelam, Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Jambi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, para kepala desa, serta manajemen PT BGR.
“Acara yang kami inisiasi ini dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Muaro Jambi Ririn Novianty, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Sungai Gelam, Kepala Daops Manggala Agni Jambi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi, para kepala desa, serta jajaran manajemen PT BGR,” kata Akhmed Miraza.
Rangkaian kegiatan diawali dengan fun walk bertema “Desa Siaga Gambut” yang menjadi kampanye kepedulian lingkungan. Selanjutnya, warga mengikuti simulasi penanggulangan karhutla guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, khususnya di wilayah dengan karakteristik lahan gambut.
Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan lomba lingkungan bagi pelajar, edukasi masyarakat, penampilan siswa, pameran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memperkuat peran desa sebagai garda terdepan dalam mitigasi karhutla.
Akhmed menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam pencegahan karhutla karena kedekatannya dengan sumber risiko. Oleh karena itu, penguatan kapasitas masyarakat menjadi faktor kunci dalam upaya mitigasi.
Sementara itu, Ririn Novianty menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
“Pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam upaya pencegahan karhutla di wilayahnya dan pencegahan membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat dan kami mengapresiasi PT Bahari Gembira Ria yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” katanya, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (24/04/2026).
Melalui kegiatan ini, pihak perusahaan berharap model kolaborasi berbasis desa dapat terus diperkuat guna menciptakan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi di wilayah rawan karhutla. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara