JOMBANG – Sebanyak 95 desa di Kabupaten Jombang hingga awal Juni 2026 belum memulai pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), meski program tersebut terus didorong untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa. Kendala teknis dan keterbatasan lahan menjadi faktor utama yang menyebabkan pembangunan belum merata di seluruh wilayah.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang Hari Purnomo mengatakan pihaknya masih berupaya menyelesaikan berbagai hambatan agar pembangunan gerai koperasi di desa-desa yang tertinggal dapat segera berjalan.
“Yang belum membangun ada 95 desa. Kendalanya beragam, mulai persoalan teknis hingga lahan. Saat ini kami masih berupaya mencari solusi terkait kendala-kendala yang ada agar pembangunan bisa segera berjalan,” kata Hari, sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat pada Senin (08/06/2026).
Berdasarkan data Dinkop UM Jombang, sebanyak 211 KDKMP saat ini telah memasuki tahap pembangunan. Dari jumlah tersebut, 175 gerai telah selesai dibangun, sedangkan 36 lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Sekretaris Dinkop UM Jombang Gatut Wijayaya menjelaskan progres pembangunan masih berbeda-beda di setiap desa.
“Per awal Juni ini, 175 KDKMP sudah selesai pembangunan, 36 masih proses, dan 95 belum memulai pembangunan,” ujarnya.
Meski pembangunan fisik terus berlangsung, operasional koperasi belum berjalan optimal. Dari 80 KDKMP yang diresmikan pada 16 Mei 2026, baru sekitar 14 koperasi yang telah membuka layanan dan menjalankan kegiatan usaha bagi masyarakat desa.
“Laporan yang kami terima ada 14 gerai yang sudah operasional setelah launching,” tutur Gatut.
Sementara itu, pembangunan KDKMP di Kecamatan Tembelang hampir seluruhnya rampung. Dari total 15 desa, hanya empat desa yang masih menyelesaikan pekerjaan pembangunan, yakni Desa Pulogedang, Kedungotok, Pesantren, dan Pulorejo.
Camat Tembelang A. Fahruddin Fauzi mengatakan progres pembangunan di wilayahnya terus menunjukkan perkembangan positif.
“Dari 15 desa itu ada empat desa yang belum selesai, yakni Pulogedang, Kedungotok, Pesantren, dan Pulorejo,” katanya.
Menurut Fahruddin, pembangunan di Desa Pulorejo sudah mendekati tahap akhir dan hanya menyisakan pekerjaan minor.
“Pulorejo sudah bangun, cuma belum sampai tuntas 100 persen. Tinggal sedikit dan hampir selesai sekarang,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh desa di Kecamatan Tembelang telah menyediakan dan membangun gerai KDKMP sehingga tidak menghadapi persoalan lahan seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain.
“Tidak ada kendala lahan karena semua desa sudah bangun. Alhamdulillah di Tembelang gerai sudah dibangun di semua desa,” jelasnya.
Meski demikian, hingga kini gerai KDKMP di Kecamatan Tembelang belum melayani masyarakat karena belum memasuki tahap operasional.
“Sementara yang kami pantau belum ada yang operasional. Jadi belum melayani pembeli,” pungkasnya.
Program Koperasi Desa Merah Putih di Jombang diharapkan dapat segera beroperasi secara menyeluruh sehingga mampu memperkuat aktivitas ekonomi desa, memperluas layanan usaha masyarakat, dan mendukung pengembangan kemandirian ekonomi lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara