Banjir Parah di Sukamanah, DPRD Janji Kawal Penanganan

BANDUNG – Banjir setinggi hingga satu meter merendam sejumlah desa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung (Kab Bandung), Jawa Barat (Jabar), memicu desakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab Bandung agar penanganan darurat dan solusi jangka panjang segera dilakukan.

Peristiwa banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Raya pada Senin (13/4/2026). Genangan air meluas ke beberapa desa, di antaranya Desa Sukamanah, Sangiang, Bojongloa, Rancaekek Kulon, Rancaekek Wetan, dan Haurpugur, dengan kondisi terparah berada di Desa Sukamanah.

Ketua Komisi D DPRD Kab Bandung, Cecep Suhendar, yang turun langsung ke lokasi menyebut sebagian besar wilayah terdampak mengalami genangan hingga 80 sentimeter, sementara di Desa Sukamanah mencapai lebih dari satu meter. Ia menegaskan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi warga sekaligus menyerap kebutuhan mendesak di lapangan.

“Warga mulai terserang penyakit, terutama yang dikenal sebagai leuncangeun atau penyakit akibat kuman air. Selain itu, kebutuhan makanan juga sangat mendesak,” ungkapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Cecep turut menyalurkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan sebagai bagian dari respons darurat. Ia juga memastikan akan berkoordinasi dengan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung guna mempercepat distribusi bantuan. “Kami akan mendorong agar kebutuhan masyarakat terdampak bisa segera ditangani oleh dinas terkait,” tegasnya, sebagaimana dilansir Wajah Batam News, Jumat, (17/4/2026).

Selain penanganan darurat, DPRD Kab Bandung menilai banjir yang kerap terjadi di Rancaekek membutuhkan solusi komprehensif. Kajian teknis dinilai penting untuk mengidentifikasi penyebab utama serta merumuskan langkah mitigasi yang efektif.

“Secara teknis perlu ada kajian mendalam. Kami akan mendorong dinas terkait untuk melakukan analisis agar kejadian serupa bisa diantisipasi ke depan,” pungkasnya.

Di sisi lain, warga terdampak mengeluhkan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih dan pangan. Risiko gangguan kesehatan juga meningkat akibat genangan yang belum surut, sementara bantuan yang tersedia dinilai belum mencukupi kebutuhan secara keseluruhan.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan segera memperkuat koordinasi dan menyusun langkah penanganan yang lebih terstruktur agar dampak banjir dapat diminimalkan serta kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Paskah Oikumene di Bolsel Tegaskan Harmoni di Tengah Keberagaman Warga

PDF đź“„BOLAANG UKI – Perayaan Paskah Oikumene 2026 yang digelar di kawasan Hunian Tetap (Huntap) …

Ribuan Warga Padati Gebyar Sholawatan di Pancur Bojonegoro

PDF đź“„BOJONEGORO – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Pancur, Kecamatan Temayang, tidak lagi sekadar seremoni …

Hujan Deras Picu Longsor, Rumah Warga Pacitan Rusak Parah

PDF đź“„PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, bergerak cepat menangani …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *