Hunian Nelayan Direvitalisasi, Ekonomi Desa Ikut Terdongkrak

KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah pusat mulai memprioritaskan penataan kawasan pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Tangerang, dengan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, sebagai titik awal revitalisasi guna meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

Program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dirancang mencakup lima lokasi pengembangan, terdiri dari satu kawasan utama sebagai pusat (hub) dan sejumlah wilayah penyangga yang saling terintegrasi.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan bahwa pembangunan tersebut akan difokuskan pada penataan kawasan permukiman nelayan yang lebih layak sekaligus produktif.

“Untuk Kabupaten Tangerang ini, nanti akan kita lakukan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kurang lebih lima lokasi, dengan satu sebagai hub dan lima sebagai penyangga. Khusus di Desa Tanjung Anom, kita akan melakukan perbaikan atau revitalisasi dengan pembangunan kawasan penyangga,” ujarnya saat meninjau lokasi di Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa penentuan lokasi pusat kawasan telah melalui proses penilaian atau assessment, sehingga pembangunan diharapkan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Dalam pelaksanaan kegiatan, kita tentunya akan mengawal sampai ini selesai,” katanya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga akan menyesuaikan desain kawasan agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga nelayan yang bergantung pada akses langsung ke wilayah pesisir.

“Untuk desain juga akan kami perbaiki sedikit. Beberapa titik akan dipindahkan agar tidak menghambat kegiatan produktivitas masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor nelayan,” jelasnya.

Program ini juga mengintegrasikan aspek ekonomi melalui kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak kegiatan usaha masyarakat di kawasan tersebut.

“Di sini ada penghuninya dan ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Nanti kita akan kolaborasikan,” ujarnya sebagaimana dilansir Satelit News, Kamis (16/4/2026).

Lebih lanjut, pemerintah pusat telah memulai proses rekrutmen pengelola Kampung Nelayan Merah Putih secara nasional guna memastikan pengelolaan kawasan berjalan optimal.

“Alhamdulillah, kemarin Pak Menko sudah meluncurkan rekrutmen para pengelola Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Jadi secara bertahap ini akan diisi pegawai atau pengelola yang disatukan dengan koperasi desa atau kelurahan terdekat,” pungkasnya.

Pengembangan kawasan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas permukiman nelayan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi desa pesisir secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Paskah Oikumene di Bolsel Tegaskan Harmoni di Tengah Keberagaman Warga

PDF đź“„BOLAANG UKI – Perayaan Paskah Oikumene 2026 yang digelar di kawasan Hunian Tetap (Huntap) …

Ribuan Warga Padati Gebyar Sholawatan di Pancur Bojonegoro

PDF đź“„BOJONEGORO – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Pancur, Kecamatan Temayang, tidak lagi sekadar seremoni …

Desa Topanda Resmi Jadi Desa Cantik, Tata Kelola Data Diperkuat

PDF đź“„BULUKUMBA – Pemerintah Desa (Pemdes) Topanda, Kecamatan Rilau Ale, resmi dicanangkan sebagai lokasi program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *