GRESIK – Upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui edukasi penggunaan obat yang aman dan tepat. Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar penyuluhan tentang penggolongan obat sediaan padat bagi warga di Balai Desa Randuagung, Kabupaten Gresik, dengan sasaran utama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai jenis obat sediaan padat, klasifikasi obat berdasarkan tingkat keamanan, serta pentingnya penggunaan obat secara rasional dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyuluhan itu, peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk sediaan obat padat yang umum digunakan, seperti tablet, kapsul, kaplet, serbuk, dan granul. Mahasiswa menjelaskan karakteristik, fungsi, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk obat agar masyarakat dapat memilih dan menggunakan obat sesuai kebutuhan.
Selain mengenalkan bentuk sediaan obat, tim edukasi juga memberikan pemahaman mengenai penggolongan obat yang meliputi obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, narkotika, dan psikotropika. Peserta diajak memahami arti simbol atau logo pada kemasan obat sehingga dapat mengenali aturan penggunaan setiap golongan obat dengan lebih tepat.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa memanfaatkan berbagai media pembelajaran berupa booklet, papan edukasi, serta contoh kemasan obat yang sering ditemukan di lingkungan masyarakat. Pendekatan visual tersebut membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus mendorong interaksi selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme warga terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penggunaan obat yang biasa dikonsumsi anggota keluarga, sebagaimana diwartakan Unair, Sabtu, (13/06/2026). Kegiatan ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan secara langsung.
Sebagai bagian dari evaluasi, penyelenggara melaksanakan pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelah kegiatan berakhir untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan edukasi kesehatan menjadi sarana efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan sesuai aturan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin cermat dalam memilih, menggunakan, serta menyimpan obat. Peningkatan literasi kesehatan ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya penggunaan obat yang rasional dan bertanggung jawab di lingkungan keluarga maupun masyarakat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara