5 Bulan Pascabanjir, Warga Aceh Utara Masih Menanti Huntap

LHOKSUKON Penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara (Aceh Utara) masih menghadapi ketidakpastian tempat tinggal permanen setelah lima bulan pascabencana, mendorong para kepala desa mendesak percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Kepala Desa (Kades) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Mansur, menegaskan bahwa hunian sementara (huntara) yang saat ini ditempati warga memiliki keterbatasan dan tidak layak untuk jangka panjang. “Namanya huntara, dengan segala keterbatasannya, pasti tidak nyaman. Itu pun butuh waktu lama baru selesai. Kami harap, sekarang ini langsung dibangun hunian tetap agar tidak terlalu lama di huntara,” ujar Mansur, Kamis (16/4/2026).

Kondisi serupa disampaikan Kades Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Janni, yang menyoroti lambannya proses pembebasan lahan relokasi. Ia menyebut satu dusun di wilayahnya harus direlokasi, namun hingga kini belum ada kejelasan terkait pembangunan huntap. “Sehingga bisa segera dibangun hunian tetap, di desa kami, ada satu dusun yang relokasi. Namun, belum proses pembebasan lahan pun, kapan hunian tetapnya dibangun,” ucapnya.

Keluhan juga datang dari Kades Gunci, Kecamatan Sawang, Fazir Ramli, yang menyebut lahan relokasi sebenarnya telah tersedia, namun proses administratif belum berjalan. “Satu dusun kami harus relokasi. Lahannya sudah ada. Namun, belum pembebasan. Warga harap agar segera dibangun hunian tetap agar tidak lama menderita di huntara,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Aceh Utara, Muhammad, menyampaikan bahwa pembangunan huntap telah berjalan secara bertahap. Ia mengungkapkan sebanyak 100 unit rumah telah diserahkan kepada penyintas di Kecamatan Lapang, sementara 100 unit lainnya masih dalam proses pembangunan di Kecamatan Baktiya.

“Sebanyak 100 unit lagi sedang dibangun di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Mungkin bulan depan sudah selesai, sedangkan lainnya sedang pemantapan lahan,” tuturnya, sebagaimana dilansir Kompas, Jumat, (17/4/2026).

Meski sebagian pembangunan telah berjalan, kebutuhan hunian permanen dinilai masih mendesak mengingat ribuan warga terdampak masih bergantung pada fasilitas sementara yang minim. Pemerintah diharapkan dapat mempercepat proses pembebasan lahan dan pembangunan agar pemulihan pascabencana berjalan optimal dan warga segera mendapatkan tempat tinggal yang layak. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

1.269 Kampung Nelayan Dibangun 2026, Anggaran Capai Rp10 Triliun

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih …

Pontianak Datangkan 1 Juta Liter Air Tawar Hadapi Krisis Air Baku

PDF đź“„PONTIANAK – Krisis air baku di Kota Pontianak mendorong pemerintah daerah mengambil pasokan air …

2.379 Rumah Terdampak Gempa Sigi Masuk Data Bantuan Tahap Ketiga

PDF đź“„SIGI – Ketepatan data menjadi salah satu penentu penyaluran bantuan tahap ketiga bagi warga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *