MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), AM Nurdin Halid, menyoroti pentingnya pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang benar-benar menekankan penguatan ekonomi desa, tanpa mengulang kegagalan Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lalu.
Dalam diskusi program VIP Tribun Timur yang dipandu Fiorena Jieretno, Jumat (3/4/2026) malam, Nurdin menekankan bahwa pengalaman 25 tahun mengurus KUD harus menjadi pelajaran berharga. “Saya menekuni dan mengurus KUD selama 25 tahun. KUD itu berhasil menciptakan stabilitas harga pangan, khususnya beras dan sembilan bahan pokok, tetapi gagal menjadi pelaku ekonomi dominan,” ujarnya.
Politisi Golkar itu mengingatkan, Kopdes Merah Putih harus memperkuat ekonomi desa secara nyata dengan menitikberatkan pada manajemen dan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Tanpa SDM yang kuat, fasilitas fisik gerai koperasi tidak akan cukup untuk menjalankan koperasi secara optimal. “Kalau gerai sudah selesai tapi SDM tidak siap, koperasi tidak akan berjalan. Karena itu yang harus disiapkan sekarang adalah manajemen dan SDM,” jelasnya.
Nurdin juga menegaskan peran PT Agrinas Pangan Nusantara, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang ditugaskan pemerintah untuk membangun infrastruktur gerai dan mendukung distribusi komoditas. Namun, ia menolak bila peran Agrinas meluas hingga mengelola koperasi karena dapat menggeser jati diri koperasi sebagai lembaga ekonomi berbasis anggota. “Saya sebagai anggota DPR RI tentu keberatan. Saya memprotes kalau yang menjadi pengelola itu PT Agrinas, karena itu meninggalkan jati diri koperasi,” tegasnya.
Selain itu, Komisi VI DPR RI telah menyiapkan sekitar 8.000 tenaga pendamping untuk memperkuat kapasitas pengurus koperasi di seluruh daerah. Pendamping ini berperan membina, mengarahkan, dan memastikan koperasi dikelola sesuai prinsip koperasi yang berbasis anggota dan mengedepankan nilai kebersamaan. Nurdin juga mendorong sinergi lintas kementerian untuk memastikan distribusi komoditas pokok, seperti pupuk dan liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram, melalui koperasi tanpa menyingkirkan pelaku usaha yang sudah ada.
Dalam jangka panjang, Nurdin menegaskan tujuan besar program Kopdes Merah Putih adalah menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional di tingkat desa. “Kalau ini dikelola dengan benar, koperasi bisa menjadi pelaku ekonomi dominan di desa. Tapi kalau salah kelola, kita bisa mengulang kegagalan KUD,” pungkasnya.
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara