ACEH, TAMIANG DESA – NUSANTARA: Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al-Hadid Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Samudra membangun Sistem Air Bersih Hybrid Energi Surya di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai respons atas krisis air bersih pascabanjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
Program ini dipimpin Ketua Pelaksana Dr. Zainal Arif, S.T., M.T., yang juga Pembina LDF Al-Hadid, bersama dua dosen anggota pelaksana, Defry Basrin, S.T., M.T., dan Dr. Ir. Muhammad Amin, S.T., M.T. Ketiganya mengawal pelaksanaan teknis sekaligus pengendalian lapangan guna memastikan sistem berjalan optimal.
Dalam keterangannya kepada wartawan, “Senin, 02 Maret 2026”, Dr. Zainal Arif menegaskan bahwa bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera–Aceh pada 2025 meninggalkan persoalan yang tidak kasatmata.
“banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera–Aceh pada 2025 tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga memicu krisis mendasar yang jarang terlihat di permukaan: hilangnya akses terhadap air bersih yang layak.”
Banjir bandang yang menghantam sejumlah wilayah di Aceh Tamiang menyebabkan kerusakan infrastruktur vital, termasuk jaringan distribusi air bersih. Sumur warga tercemar, pipa rusak, dan sumber air tak lagi layak konsumsi. Kondisi ini memperparah kerentanan masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.
Melihat situasi tersebut, LDF Al-Hadid menggagas solusi berbasis teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga utama. Sistem hybrid dipilih agar suplai air tetap tersedia, termasuk saat intensitas cahaya matahari menurun.
Sistem Air Bersih Hybrid Energi Surya dirancang untuk memompa, menyaring, dan mendistribusikan air bersih secara berkelanjutan. Kombinasi panel surya dan dukungan energi cadangan menjadi strategi untuk memastikan keberlangsungan operasional, terutama di wilayah yang rentan terhadap gangguan pasokan listrik.
Pendekatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak warga, tetapi juga memperkenalkan pola adaptasi berbasis energi terbarukan di kawasan rawan bencana.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara