JAWA TIMUR kembali memantapkan diri sebagai pusat denyut budaya dan pariwisata Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2025, geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di provinsi ini terus menunjukkan tren positif, khususnya lewat penyelenggaraan event-event unggulan yang tak hanya memikat wisatawan domestik, tetapi juga mencuri perhatian pasar internasional.
Bulan Juli menjadi titik krusial. Tiga event unggulan dari Jawa Timur tercatat masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, program strategis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang bertujuan mengangkat potensi lokal sebagai daya tarik wisata nasional dan global.
Event yang masuk dalam KEN bukanlah festival biasa. Mereka adalah wajah dari keunikan budaya, warisan tradisi, dan inovasi kreatif yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata secara inklusif. Dalam konteks Jawa Timur, ketiga event tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan budaya daerah masih sangat relevan dan menjanjikan untuk terus dikembangkan.
Menurut data dari Kemenparekraf, KEN 2025 dirancang sebagai wadah kolaboratif antara pusat dan daerah, mengusung semangat pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing. Tidak hanya soal perayaan, setiap event dirancang untuk memberi efek domino bagi pelaku UMKM, pelestari budaya, dan komunitas lokal.
Masuknya tiga event Jatim ke dalam KEN merupakan bentuk pengakuan nasional terhadap kualitas penyelenggaraan serta keunikan cerita lokal yang diusung,” ungkap salah satu pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur dalam keterangannya.
Ia menambahkan, kehadiran event KEN di Jawa Timur menjadi katalis penting dalam menggerakkan ekonomi lokal pascapandemi. Terbukti, pada semester pertama 2025, angka kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi prioritas di provinsi ini meningkat hingga 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara