Dari target 248 unit, baru 129 bangunan KDKMP di Jember yang rampung, sedangkan 87 lainnya belum dibangun akibat keterbatasan lahan dan proses perizinan lintas instansi.
JEMBER – Keterbatasan lahan menjadi hambatan utama pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jember. Hingga akhir Oktober 2026, sebanyak 87 dari 248 koperasi yang direncanakan belum memulai pembangunan fisik karena masih menunggu kepastian lokasi.
Di tengah kendala tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Diskopumkdag) Jember mencatat 129 bangunan KDKMP telah rampung 100 persen. Sementara itu, 32 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. Dengan demikian, baru 161 koperasi yang telah memiliki progres pembangunan fisik.
Kepala Diskopumkdag Jember, Sartini, menjelaskan bahwa penyelesaian bangunan belum merata meskipun seluruh 248 KDKMP telah memiliki legalitas kelembagaan dan perizinan.
“Sebanyak 129 bangunan fisiknya sudah selesai, sedangkan yang masih berproses membangun sebanyak 32 unit,” katanya, 28 Oktober 2026, sebagaimana diberitakan Radar Jember. Tanggal publikasi berita tidak tercantum dalam bahan sumber.
Persoalan utama yang menghambat pembangunan 87 unit lainnya adalah belum tersedianya lahan, terutama karena keterbatasan tanah kas desa (TKD). Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan koordinasi dan penjajakan dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Perum Perhutani, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Proses pengajuan penggunaan lahan lintas instansi membutuhkan tahapan administrasi dan persetujuan dari pihak yang berwenang. Kondisi itu berpotensi memperlambat pembangunan. Diskopumkdag juga mencatat adanya pengurus koperasi yang mulai mendirikan bangunan sebelum memperoleh izin resmi dari pemilik lahan.
Selain persoalan lokasi, kesiapan fasilitas turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Sartini menyampaikan bahwa verifikasi dan validasi terhadap 94 KDKMP telah dilakukan di sejumlah kecamatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa bangunan telah selesai, tetapi masih memiliki kekurangan pada sarana dan prasarana.
“Belum lama ini ada verifikasi dan validasi untuk 94 KDKMP yang tersebar di sejumlah kecamatan di Jember. Hasil verifikasi menyebutkan bahwa ada beberapa KDKMP yang rampung dibangun, namun ada beberapa sarana dan prasarana yang belum lengkap,” tambah Sartini.
Pemkab Jember terus mendorong koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penyediaan lahan sekaligus memastikan kelengkapan fasilitas koperasi. Penyelesaian hambatan tersebut menjadi penentu agar target pembangunan 248 gerai KDKMP tidak hanya tercapai secara fisik, tetapi juga siap mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara