GRESIK – Pengembangan pusat kuliner berbasis potensi lokal menjadi salah satu agenda Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulya Jaya di Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. Melalui program Bawean Kuliner di kawasan Pesanggrahan, BUMDes mengajak masyarakat membuka tempat usaha sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang aktivitas ekonomi warga.
Program itu diperkenalkan melalui kegiatan senam bersama dan jalan sehat yang diikuti sekitar 300 peserta pada Minggu (08/11/2026). Warga dari tujuh dusun di Desa Sawahmulya, bersama perwakilan lembaga pendidikan dan instansi setempat, mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB.
Direktur BUMDes Mulya Jaya, Multazam, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mendorong kebiasaan hidup sehat, tetapi juga menjadi langkah awal memperkenalkan Bawean Kuliner kepada masyarakat. Program itu menjadi salah satu fokus kepengurusan BUMDes yang baru dilantik pada Agustus 2026 untuk masa bakti 2026–2031.
“Harapannya, masyarakat bisa rutin berolahraga agar badan tetap sehat dan bugar,” ungkap Multazam.
Menurut Multazam, kawasan Pesanggrahan diarahkan menjadi pusat kuliner yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjalankan usaha. Karena itu, BUMDes membuka kesempatan bagi warga yang berminat mengisi tempat usaha atau stand di kawasan tersebut.
“Bagi masyarakat yang ingin membuka stand di Pesanggrahan, bisa langsung menghubungi pengurus BUMDes atau datang ke kantor BUMDes Mulya Jaya yang berada di Balai Desa Sawahmulya,” jelasnya.
Kegiatan pengenalan program tersebut dikemas melalui senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat. Peserta menempuh rute dari Pesanggrahan menuju Pasar, Alun-alun ke arah timur, Kecamatan, lalu kembali ke titik akhir di Pesanggrahan. Panitia juga menghadirkan hiburan musik dan pembagian hadiah.
Kepala Desa (Kades) Sawahmulya, R. Muhammad Nur, mengapresiasi keterlibatan warga dan dukungan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kekompakan masyarakat menjadi modal penting untuk menjalankan berbagai agenda pembangunan dan pemberdayaan desa.
“Saya merasa bahagia karena banyak tokoh yang sangat aktif dan selalu hadir memberikan dukungan dalam setiap kegiatan di Desa Sawahmulya. Kebersamaan dan kekompakan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” tuturnya.
Selain pengembangan ekonomi, Muhammad Nur juga menyoroti partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga, terutama bola voli. Menurutnya, keterlibatan warga telah mendorong tim-tim dari sejumlah dusun di Sawahmulya meraih prestasi, mulai dari juara pertama hingga juara keempat dalam berbagai turnamen.
“Ini menjadi kebanggaan kita bersama. Dukungan masyarakat terhadap olahraga, khususnya bola voli, sangat luar biasa. Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa kita memiliki potensi, semangat, dan kekompakan yang patut dipertahankan,” tambahnya.
Ia berharap semangat kebersamaan dalam kegiatan olahraga dapat meluas ke bidang sosial, pembangunan, dan pemberdayaan ekonomi. Partisipasi warga dinilai penting agar program desa tidak hanya bergantung pada pemerintah desa atau pengurus lembaga tertentu.
“Kemajuan desa tidak bisa dibangun oleh satu atau dua orang saja, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan senam dan jalan sehat yang memperkenalkan program Bawean Kuliner tersebut diberitakan Detikzone. Namun, tanggal publikasi artikel tidak tercantum dalam naskah sumber.
Melalui program ini, BUMDes Mulya Jaya dan Pemerintah Desa (Pemdes) Sawahmulya berharap Pesanggrahan berkembang menjadi pusat kuliner sekaligus ruang berkumpul masyarakat. Keterlibatan warga dalam membuka usaha di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi lokal di Pulau Bawean. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara