SANGGAU – Keterampilan memotret dan menyusun cerita menjadi salah satu kemampuan yang didorong untuk dikuasai masyarakat desa di Kabupaten Sanggau. Melalui fotografi menggunakan telepon genggam, warga diharapkan dapat memperkenalkan potensi daerah dan produk usaha lokal secara mandiri kepada khalayak yang lebih luas.
Upaya peningkatan kapasitas tersebut dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui lokakarya fotografi dan penulisan bertajuk Aktifati Desa Melihat Mengenal Bercerita. Kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Sabtu (07/11/2026).
Adyatama Parekraf Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf, Tiurma Y. I Simanjuntak, mengatakan perangkat telepon genggam yang telah banyak dimiliki masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mendokumentasikan sekaligus mempromosikan potensi desa.
“Sekarang hampir seluruh masyarakat sudah memiliki HP, sehingga perangkat tersebut bisa dimanfaatkan untuk memotret potensi desa, kemampuan masyarakat, maupun produk UMKM yang dihasilkan,” ujar Tiurma.
Menurut Tiurma, kemampuan menghasilkan foto perlu diimbangi keterampilan menyusun narasi. Dengan begitu, materi promosi yang dibuat warga tidak hanya menampilkan gambar, tetapi juga menjelaskan nilai, keunggulan, dan cerita di balik potensi maupun produk yang diperkenalkan.
“Melalui storytelling dan narasi, foto-foto yang dibuat warga bisa mempunyai makna dan dikenal lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Penggabungan fotografi dan penulisan tersebut diharapkan memperkuat promosi desa kreatif di Sanggau. Selain memperluas pengenalan potensi lokal, materi promosi yang menarik juga diharapkan dapat meningkatkan minat kunjungan wisata dan membuka peluang pemasaran produk masyarakat.
Tiurma turut mendorong dinas terkait di daerah agar melanjutkan pembinaan dan peningkatan kapasitas warga desa kreatif. Pendampingan diperlukan supaya keterampilan fotografi dan penulisan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus digunakan untuk memperkenalkan potensi desa secara mandiri.
Sebagaimana diberitakan RRI, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan teknologi sederhana sebagai sarana promosi potensi desa dan produk usaha masyarakat. Keberlanjutan pembinaan diharapkan dapat membantu warga mengembangkan kemampuan bercerita melalui foto dan tulisan sehingga potensi lokal semakin dikenal. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara