Aksi Bersih Danau Lido yang melibatkan ratusan warga dan berbagai mitra menunjukkan perkembangan kepedulian lingkungan, ditandai dengan berkurangnya sampah anorganik dibandingkan tahun sebelumnya.
BOGOR – Kesadaran masyarakat menjaga kebersihan Danau Lido mulai menunjukkan perkembangan. Jumlah sampah anorganik yang ditemukan dalam kegiatan pembersihan danau disebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terlihat dalam Aksi Bersih Danau Lido yang melibatkan ratusan warga Kampung Tambakan, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor (Bogor), Minggu (01/11/2026).
Penurunan sampah itu menjadi salah satu indikator meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian danau. Program Manager Bhumi Pasa Hijau, Nevky Emiraj Saputra, mengatakan perubahan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan, termasuk melalui pembentukan kelompok masyarakat pengawas danau.
“Yang kita lihat dari kegiatan ini bukan hanya aktivitasnya, tetapi juga bagaimana masyarakat mulai sadar terhadap pentingnya kebersihan. Jika dibandingkan dengan kegiatan serupa tahun lalu, jumlah sampah anorganik yang ditemukan sudah menurun. Saat ini, kita juga telah memiliki kelompok masyarakat pengawas danau yang berperan menjaga kelestariannya, termasuk dari wilayah hulu yang alirannya menuju danau,” jelas Nevky.
Aksi yang diinisiasi masyarakat Kampung Tambakan tersebut dilakukan dengan membersihkan sampah organik dan anorganik di sepanjang tepian hingga bagian tengah danau. Kegiatan ini mendapat dukungan Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasa Hijau, Danone Indonesia, serta pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 02 Kampung Tambakan, Andriansyah, menilai kegiatan bersama tersebut dapat memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan. Ia berharap aksi serupa tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi agenda rutin dengan dukungan berbagai pihak.
“Kegiatan ini sangat baik. Setidaknya, kita bisa menjaga lingkungan bersama. Walaupun ini langkah kecil, kalau terus berjalan dan dilakukan secara konsisten, dampak positifnya akan kembali kepada masyarakat. Harapannya, agenda seperti ini bisa dilaksanakan bersama mitra dan perusahaan setiap tiga bulan sekali. Masyarakat juga terlihat sangat antusias dan bersemangat,” ujar Andriansyah.
Dukungan terhadap pemeliharaan danau juga datang dari pengelola KEK MNC Lido City. Kepala Divisi Pengelolaan Kawasan (Town Management Division Head) KEK MNC Lido City, Syaiful Ardiansyah, menyebut pihaknya melibatkan 40 personel dari bagian pengelolaan kawasan dan Lido Lake Resort Hotel dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Lido membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Dalam aksi ini, 40 personil Town Management dan Lido Lake Resort Hotel turut bergotong royong bersama masyarakat. Di luar kegiatan ini, kami juga secara rutin melakukan upaya pemeliharaan lingkungan danau, yaitu dengan pembersihan sampah dan gulma yang ada di sisis dan permukaan danau, pemantauan kualitas air danau secara berkala dan tentunya melalui kolam retensi seluas lebih kurang 5 hektar yang berfungsi menambah luasan genangan danau serta sebagai buffer zone yang diharapkan dapat menyaring kualitas air dari wilayah hulu sebelum masuk ke Danau Lido,” ungkap Syaiful.
Menurut Syaiful, pemeliharaan lingkungan juga dilakukan melalui pembersihan sampah dan gulma, pemantauan kualitas air secara berkala, serta pemanfaatan kolam retensi seluas sekitar lima hektare. Kolam tersebut berfungsi menambah area genangan dan menjadi kawasan penyangga untuk membantu menyaring aliran air dari wilayah hulu sebelum memasuki danau.
Bagi masyarakat Cigombong, Danau Lido memiliki keterkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, perikanan, pariwisata, dan perekonomian setempat. Karena itu, upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan danau dinilai penting untuk mempertahankan manfaat kawasan tersebut bagi warga.
Aksi Bersih Danau Lido merupakan bagian dari Festival Rakyat Danau Lido 2026 yang berlangsung sejak 10 September hingga puncak acara pada 8 November 2026. Festival tersebut melibatkan masyarakat, generasi muda, komunitas, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembudidaya ikan, pemerintah, serta dunia usaha melalui kegiatan lingkungan, edukasi, seni budaya, perikanan, dan pengembangan ekonomi lokal.
Melalui kegiatan yang diinisiasi warga dan didukung berbagai pihak tersebut, upaya menjaga Danau Lido diharapkan semakin meluas. Konsistensi aksi bersih-bersih, pemantauan lingkungan, dan keterlibatan kelompok masyarakat menjadi faktor penting agar penurunan sampah dapat terus berlanjut serta kelestarian danau tetap terjaga bagi generasi mendatang. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara