MINAHASA UTARA – Keterlibatan warga dari 18 jaga menjadi salah satu kekuatan utama dalam rangkaian perayaan hari jadi ke-856 Desa Wisata Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara. Kegiatan yang dibuka pada Minggu (01/11/2026) itu diarahkan tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum mempererat persatuan dan membangun kepedulian masyarakat terhadap masa depan desa.
Pembukaan diawali dengan doa bersama dan pelepasan balon udara oleh Hukum Tua atau Kepala Desa (Kades) Tumaluntung, Richard S. Kamagi, didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Julia Mangowal, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Marthen Rottie, Ketua Panitia Rita Hosang Mondigir, perangkat desa, serta panitia. Prosesi tersebut disaksikan ratusan warga.
Antusiasme masyarakat terlihat dalam dua agenda pembuka, yakni lomba jalan sehat dan lomba bercerita. Warga dari Jaga 1 hingga Jaga 18 mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan yang akan berlangsung hingga puncak acara pada 27 Desember 2026.
Hukum Tua Tumaluntung Richard S. Kamagi mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai partisipasi warga menjadi modal penting untuk menjaga kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jaga 1 sampai Jaga 18 yang begitu antusias. Kiranya acara pembukaan hari ini dapat menjadi momentum kebersamaan, momen bagi kita untuk selalu bersatu sebagai warga masyarakat Desa Tumaluntung,” ujar Kamagi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar terus menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas warga Tumaluntung, yakni baku-baku bae, baku-baku sayang, maleo-leosan, matombo-tombolan, dan masawang-sawangan.
“Nilai ini jangan hanya hidup saat perayaan HUT, tapi harus terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari. Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan sampai puncak nanti boleh berjalan dengan baik dalam perkenaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rita Hosang Mondigir menjelaskan bahwa tema perayaan tahun ini adalah “Setendek Neikasena taan masaan wanua papasiaran Tumaluntung Maesaan Witu Kewangunan Nikita Piri Matuari”.
“Artinya adalah ‘Sehati dan Sejiwa Kita Bersama Membangun Desa Tumaluntung Yang Bersatu Dalam Pembangunan Untuk Anak Cucu Kita’. Tema ini mengajak kita semua, seluruh warga Tumaluntung dari Jaga 1 sampai Jaga 18 untuk bersatu hati membangun Desa Wisata Tumaluntung demi masa depan generasi mendatang,” jelas Rita.
Menurut Rita, panitia menyiapkan kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok usia dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Lomba jalan sehat serta lomba bercerita dipilih sebagai pembuka untuk menunjukkan bahwa perayaan tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Pembukaan hari ini diawali Lomba Jalan Sehat dan Lomba Story Telling sebagai simbol bahwa HUT desa ini milik kita bersama, dari anak-anak sampai orang tua. Panitia berkomitmen melaksanakan seluruh agenda dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan meriah,” ungkapnya.
Selain kegiatan pembuka, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan dan kegiatan sosial hingga puncak perayaan. Agenda tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menggali potensi dan kreativitas warga sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap desa.
“Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat, pemerintah desa, dan semua pihak, sehingga perayaan HUT ke-856 ini sukses dan menjadi kebanggaan kita bersama,” pungkas Rita.
Sebagaimana diberitakan Celebestoday dalam laporan pembukaan kegiatan pada Minggu (1/11/2026), rangkaian perayaan akan berlangsung hingga 27 Desember 2026. Melalui keterlibatan warga dan pelestarian nilai-nilai lokal, peringatan hari jadi ini diharapkan memperkuat persatuan serta menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus berperan dalam pembangunan Desa Wisata Tumaluntung. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara