TANJONG KARANG – Modernisasi pertanian dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi fokus pembangunan Kampung Sungai Sireh, Tanjong Karang, Selangor, Malaysia. Melalui program Kampung Angkat MADANI 2026, Badan Antariksa Malaysia (MYSA) mengalokasikan dana RM500.000 atau sekitar Rp1,8 miliar untuk membangun fasilitas umum, menyediakan peralatan pertanian modern, serta meningkatkan keterampilan warga.
Program yang dimulai pada Februari 2026 itu menyasar sekitar 2.500 penduduk. Pelaksanaannya mencakup tiga bidang utama, yakni pembangunan infrastruktur, peningkatan kegiatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Jenderal MYSA, Azlikamil Napiah, mengatakan anggaran yang disetujui Kementerian Keuangan Malaysia tersebut telah disalurkan untuk mendukung pembangunan terpadu di kampung itu.
Selama delapan bulan pelaksanaan, sejumlah fasilitas publik telah dibangun, antara lain balai terbuka, lapangan sepak takraw, dan taman bermain. Program tersebut juga mencakup peningkatan infrastruktur serta pelatihan keterampilan bagi warga, termasuk fasilitasi perolehan lisensi pengoperasian pesawat nirawak atau drone.
Dari total anggaran RM500.000, sebesar RM350.000 dialokasikan untuk pembangunan pusat kegiatan masyarakat, RM120.000 untuk program peningkatan aktivitas ekonomi warga, dan RM30.000 untuk kegiatan pelibatan masyarakat.
Selain pembangunan fisik, program ini memberikan dukungan terhadap sektor pertanian melalui penyediaan pesawat nirawak pertanian dan mesin pengolahan padi. Pelatihan serta pengurusan lisensi bagi operator pesawat nirawak juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Azlikamil menjelaskan, pekerjaan infrastruktur dan program sosial ekonomi mulai dilaksanakan pada Mei dan seluruhnya telah diselesaikan pada akhir Oktober 2026.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan membantu modernisasi kegiatan budidaya padi, meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.
“Penggunaan peralatan pertanian modern, seperti drone dan mesin pengolahan padi, juga dapat membantu memodernisasi sektor budidaya padi, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan pendapatan tambahan,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan kampung tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas fisik. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi bagian dari pelaksanaan program.
“Selain menyediakan fasilitas fisik, upaya ini harus berjalan seiring dengan pengembangan sumber daya manusia setempat, peningkatan keahlian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Azlikamil setelah meresmikan penutupan Karnaval MADANI sekaligus penyerahan aset program Kampung Angkat MADANI MYSA 2026 di Balai Masyarakat Kampung Sungai Sireh, Sabtu (31/10/2026), sebagaimana dilansir Bernama, Minggu (01/11/2026).
Azlikamil menyebut keberhasilan program juga bergantung pada kerja sama pemerintah federal dan pemerintah negara bagian, lembaga pelaksana, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Ia berharap seluruh fasilitas dan peralatan yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang.
Program Kampung Angkat MADANI di Kampung Sungai Sireh merupakan pelaksanaan kedua oleh MYSA. Kampung tersebut dipilih karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan sasaran program, terutama keberadaan kegiatan pertanian padi dan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Lokasi itu juga termasuk dalam usulan Unit Koordinasi Pelaksanaan Selangor.
Melalui program tersebut, MYSA berupaya menerapkan keahlian ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan masyarakat pedesaan. Pengalaman Kampung Sungai Sireh diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat lainnya di Selangor dan wilayah Malaysia. []
Redaksi01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara