Tiga Desa Pesisir Karawang Disulap Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

KARAWANG – Pembangunan fasilitas perikanan terpadu di tiga desa pesisir Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan sekaligus mengoptimalkan potensi perikanan tangkap. Ketiga desa tersebut diproyeksikan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dengan pembangunan yang saat ini masih berlangsung dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Tiga desa yang masuk dalam pengembangan tersebut adalah Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, serta Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes. Pengembangan kawasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sarana produksi dan menunjang kegiatan nelayan kecil di wilayah pesisir.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap serta Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan pada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Karawang, Melie Rahmawati, mengatakan program KNMP merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengembangkan kawasan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kampung Nelayan Merah Putih itu adalah salah satu program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Melie saat dihubungi di Karawang, Minggu (01/11/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Senin (02/11/2026).

Ia menyampaikan, salah satu program strategis nasional itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil di kawasan pesisir.

Pemilihan ketiga desa tersebut didasarkan pada besarnya potensi perikanan tangkap dan kebutuhan sarana pendukung untuk menunjang aktivitas masyarakat nelayan. Karawang memiliki garis pantai sepanjang 65 kilometer dengan ribuan nelayan kecil yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi wilayah pesisir.

“Karawang memiliki garis pantai sepanjang 65 kilometer dengan ribuan nelayan kecil. Ini potensi, jadi tiga desa yang dihuni banyak nelayan itu diproyeksikan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih,” katanya.

Pembangunan KNMP dirancang mencakup sejumlah fasilitas yang saling terintegrasi, mulai dari dermaga, tempat pendaratan ikan, pabrik es, fasilitas penyimpanan dingin, bengkel nelayan, hingga sentra pengolahan hasil laut. Kelengkapan sarana tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai tahapan kegiatan perikanan, mulai dari aktivitas melaut hingga penanganan dan pengolahan hasil tangkapan.

Melie memastikan pembangunan di ketiga desa tersebut masih berjalan.

“Saat ini pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di ketiga desa itu tengah berjalan,” kata Melie.

Pengembangan KNMP di Ciparagejaya, Sukakerta, dan Sungaibuntu diharapkan menjadi bagian dari penguatan sektor perikanan berbasis desa. Dengan tersedianya fasilitas pendukung yang terintegrasi, kawasan pesisir tersebut ditargetkan memiliki sarana yang lebih memadai untuk menunjang kegiatan nelayan dan mengoptimalkan potensi hasil laut ketika mulai beroperasi pada 2027. []

Redaksi02

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Panitia dan Tiga Lurah Bersatu Siapkan Perayaan Besar di Batui

PDF 📄Panitia Tumpe 2026 bersama tiga lurah dan puluhan warga bergotong royong membersihkan serta menyiapkan …

Tradisi Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya yang Mengingatkan Pentingnya Air

PDF 📄Festival Budaya Cai Diraga 2026 di Kabupaten Cirebon mengangkat tradisi Larung Cai dari sembilan …

Festival Cai Diraga 2026, Tradisi Cirebon yang Mengajak Menjaga Alam

PDF 📄Festival Budaya Cai Diraga 2026 di Kabupaten Cirebon mengangkat tradisi Larung Cai dari sembilan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *