Desa Darungan Kembangkan Kerupuk Jagung dari Potensi Lokal

Sekitar 70 persen warga Desa Darungan bekerja sebagai petani, sementara pengembangan kerupuk jagung, program kesehatan, dan pelayanan tanpa membedakan status menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi desa.

KEDIRI DESA NUSANTARA  – Pertanian jagung menjadi salah satu penopang ekonomi Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan sekitar 70 persen masyarakatnya bekerja sebagai petani. Selain mengandalkan hasil pertanian, desa ini juga mengembangkan usaha kerupuk jagung dan memperkuat pelayanan publik yang mengutamakan kebutuhan warga tanpa membedakan status sosial.

Kepala Urusan (Kaur) Pelayanan Desa Darungan, Faturrohman, mengatakan potensi pertanian dan pengembangan produk olahan menjadi bagian dari upaya desa memanfaatkan sumber daya lokal. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berupa kerupuk jagung dilakukan setelah warga memperoleh keterampilan melalui pelatihan.

“70% itu petani… Pertaniannya unggulannya ya terutamanya jagung,” ungkap Faturrohman, sebagaimana diberitakan Tanda Global, Kamis, (29/10/2026). <Cite refs={[“turn160124search0”]}/>

Menurut Faturrohman, keterampilan membuat kerupuk jagung diperoleh melalui pelatihan di Karangnongko, Malang. Pengetahuan tersebut kemudian dikembangkan hingga kegiatan seminar dapat diselenggarakan di Desa Darungan dan menjangkau peserta dari sejumlah daerah.

“Ilmunya dari Karangnongko Malang… 1 tahun baru bisa apa namanya jadi gitu… Setelah itu seminar. Jadi Kediri, Blitar, Malang… seminar di tempat saya,” tambahnya.

Di luar sektor ekonomi, pemerintah desa juga menjalankan program penanganan tengkes (stunting) dan mengembangkan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Upaya tersebut didukung latar belakang pimpinan desa di bidang kesehatan. Desa Darungan juga disebut telah memperoleh sejumlah penghargaan di bidang kesehatan.

Pelayanan kepada masyarakat menjadi aspek lain yang ditekankan pemerintah desa. Desa Darungan mengusung motto “KILAT” untuk menegaskan komitmen memberikan pelayanan secara cepat. Prinsip Rahmatan lil ‘Alamin juga diterapkan sebagai landasan untuk melayani masyarakat tanpa membedakan status.

“Sini kan motonya juga Rahmatan lil ‘Alamin. Artinya tidak membeda-bedakan status. Semua dilayani,” tegasnya.

Faturrohman menjelaskan, komitmen pelayanan tidak terbatas pada jam operasional kantor desa. Perangkat desa berupaya tetap membantu warga yang membutuhkan layanan di luar jam kerja agar kebutuhan masyarakat tidak terabaikan.

“Melayani ini enggak cuma dari kerja enggak. Sampai malam pun dilayani… Jam berapa pun dilayani… Pokok jangan mengecewakan rakyat,” pungkasnya.

Di sisi lain, identitas Desa Darungan juga berkaitan dengan sejarah penamaannya. Faturrohman menjelaskan, nama Darungan berasal dari istilah lokal ndlarun, yang menggambarkan perilaku seseorang yang bertindak semaunya sendiri dan sulit diatur.

“Lur asalnya kata ndlarun. Ndlarun. Itu asalnya ini cara cara bahasa Jawa ini sak karepe dewe… semaunya sendiri. Diatur enggak mau, gitu,” ujar Faturrohman.

Sejarah desa tersebut juga telah diteliti dan dibukukan oleh Safa, seorang peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Jadi ada diri dari teman UGM yang jurusan sejarah namanya Mas Safa… Itu membuat sejarah, sudah dibukukan, sudah diterbitkan,” jelasnya.

Secara administratif, Desa Darungan terdiri atas empat dusun, yakni Darungan, Wonoasri, Templek, dan Rejosari. Jumlah warga yang memiliki hak pilih mencapai sekitar 4.500 orang.

Perpaduan pertanian jagung, pengembangan produk olahan, program kesehatan, dan pelayanan publik menjadi modal bagi Desa Darungan untuk mengembangkan potensi lokal. Ke depan, penguatan usaha warga dan konsistensi pelayanan diharapkan dapat berjalan beriringan agar manfaat pembangunan desa semakin dirasakan masyarakat. []

Redaksi 1

About redaksi01

Check Also

Bakti BCA Dukung Kemandirian Pangan untuk Cegah Stunting di Loteng

PDF 📄LOMBOK TENGAH DESA NUSANTARA  – Kemandirian pangan keluarga menjadi salah satu strategi yang didorong …

Berhasil Tekan Risiko Stunting, Desa Kahala Bawa Pulang Penghargaan

PDF 📄Desa Kahala di Kutai Kartanegara meraih Juara I Regional 2 penghargaan Kemendes PDT setelah …

Lada hingga Bandeng Dibidik Jadi Komoditas Ekspor Luwu Timur

PDF 📄Sebanyak 47 pengurus BUMDes, BUMDesma, dan pelaku UMKM mengikuti pelatihan ekspor di Sorowako untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *