Ngaben Massal di Desa Samsam Berlangsung Tertib Berkat Pengamanan Terpadu

Bhabinkamtibmas Desa Samsam, Babinsa, dan Pecalang berkolaborasi mengatur lalu lintas serta menjaga keamanan selama prosesi Ngaben massal di Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

TABANAN DESA – NUSANTARA  – Sinergi aparat kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan petugas keamanan adat membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas selama upacara Ngaben massal di Desa Adat Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Pengamanan yang melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pecalang tersebut dilakukan untuk memastikan iring-iringan menuju setra atau pemakaman adat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan pengamanan berlangsung pada 28 September 2026, pukul 08.00 hingga 10.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Petugas melakukan pengaturan lalu lintas di jalur yang dilalui rombongan untuk mengantisipasi kemacetan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama prosesi adat berlangsung.

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Samsam, I Nyoman Gunastera, melaksanakan pengamanan bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Samsam dan Pecalang sebagai unsur keamanan adat. Koordinasi dengan aparat desa dilakukan untuk mengatur pergerakan iring-iringan warga agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

Upacara Ngaben tersebut dilaksanakan untuk almarhumah Desak Ketut Wirjantini Sukardja, 85 tahun, warga Banjar Dinas Samsam II, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan. Prosesi pengantaran jenazah menuju pemakaman adat menjadi salah satu bagian kegiatan yang memerlukan pengaturan lalu lintas dan koordinasi antarpihak.

Kapolsek Kerambitan, I Kadek Ardika, menjelaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya Kepolisian Sektor (Polsek) Kerambitan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dengan seizin Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tabanan, I Putu Bayu Pati. Sebagaimana diberitakan Surya Indonesia, Kamis (29/10/2026), pengamanan kegiatan adat menjadi salah satu bentuk kehadiran kepolisian dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan.

Kolaborasi antara kepolisian, TNI, dan Pecalang menunjukkan pentingnya koordinasi aparat dengan unsur keamanan adat dalam mendukung kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat Bali. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan terus terjaga agar pelaksanaan kegiatan adat dapat berlangsung tertib, sementara keamanan warga dan kelancaran lalu lintas tetap menjadi perhatian bersama. []

Redaksi 1

About redaksi01

Check Also

Way Rarem Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Wisata Baru Lampung Utara

PDF 📄Pengembangan Desa Wisata Berbudaya Anek Pekurun mengintegrasikan atraksi wisata berbasis tradisi Lampung, pemberdayaan UMKM, …

Khao Sok Bidik Pariwisata Berkelanjutan, Ekonomi Warga Lokal Jadi Perhatian

PDF 📄Pengembangan pariwisata Khao Sok di Thailand hingga 2030 diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat lokal, …

Pisowanan Plosowahyu Jadi Penguat Kebersamaan Warga

PDF 📄Memasuki tahun keempat, tradisi Pisowanan di Desa Plosowahyu menjadi ruang doa bersama sekaligus pengingat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *