Program Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu telah berjalan di 16 titik dan ditargetkan meluas menjadi 24 titik untuk meningkatkan akses layanan medis serta mendukung penanganan stunting dan tuberkulosis.
BATUÂ DESA NUSANTARA – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur, menargetkan perluasan Program Satu Desa Satu Dokter dari 16 menjadi 24 titik untuk mendekatkan layanan medis kepada masyarakat. Inisiatif yang terintegrasi dengan Unit Pelayanan Kesehatan Desa dan Kelurahan (UPKDK) itu mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia Benjamin Paulus Oktavianus dan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain.
Apresiasi tersebut disampaikan Benjamin saat mengunjungi Kota Batu pada 23 Oktober 2026. Menurutnya, penempatan dokter hingga tingkat desa dan kelurahan merupakan inovasi yang berpotensi mendukung penyelesaian sejumlah persoalan kesehatan nasional, termasuk penanganan tengkes (stunting) dan eliminasi tuberkulosis (TBC).
“SDM kesehatan di Kota Batu sangat luar biasa dengan program satu desa satu dokter. Di daerah lain belum ada seperti itu,” ujar Benjamin, sebagaimana diberitakan Radar Batu, Senin (26/10/2026).
Ia menilai keberadaan dokter di lingkungan tempat tinggal warga dapat memperluas akses pengobatan sekaligus meningkatkan edukasi kesehatan secara langsung. Kementerian Kesehatan berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan sebagai model pelayanan yang bisa diterapkan di daerah lain sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
“Jadi, semoga Kota Batu bisa menjadi percontohan nasional untuk inovasi bidang kesehatan,” tegas Benjamin.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen mendekatkan pelayanan medis agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Penempatan dokter di desa dan kelurahan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat akses awal warga terhadap layanan kesehatan.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan di wilayahnya masing-masing sebagai akses awal mendapatkan pelayanan medis,” ujarnya.
Meski demikian, program tersebut belum menjangkau seluruh titik sasaran. Pelayanan saat ini berjalan di 16 titik, sedangkan Pemkot Batu menargetkan penambahan menjadi 24 titik secara bertahap melalui beberapa tahun anggaran. Penempatan dokter masih menerapkan skema bergilir.
Nurochman juga mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan kesehatan. Pemanfaatan layanan medis sejak dini diharapkan membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih cepat sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit di tingkat masyarakat.
Perluasan program tersebut akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di Kota Batu. Dengan dukungan tenaga medis, penganggaran bertahap, dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi penerapan model serupa di daerah lain. []
Redaksi 1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara