Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar mengedukasi sekitar 100 warga Desa Saba mengenai pencegahan rabies sekaligus menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Desa Siaga Kesehatan.
GIANYAR DESA NUSANTARAÂ – Upaya mencegah penularan rabies di Kabupaten Gianyar, Bali, diperkuat melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan gratis yang diikuti sekitar 100 warga di Balai Banjar Kawan Bonbiu, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (24/10). Kegiatan ini menggabungkan penyuluhan bahaya rabies dengan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar tersebut merupakan bagian dari program Desa Siaga Kesehatan. Materi penyuluhan mencakup bahaya rabies, cara penularan, langkah pencegahan, serta tindakan awal yang perlu dilakukan setelah seseorang digigit hewan penular rabies (HPR), seperti anjing, kucing, dan kera.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat agar dapat mengambil tindakan cepat ketika terjadi paparan rabies. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya rabies, cara penularan, langkah pencegahan, serta tindakan cepat yang harus dilakukan apabila terjadi gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera,” ujarnya, Senin (26/10), sebagaimana diberitakan Kupas, Senin (26/10/2026).
Menurut Ariyuni, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diperlukan untuk menekan risiko kematian akibat rabies. Kecepatan dan ketepatan penanganan setelah gigitan HPR menjadi faktor penting dalam mencegah dampak fatal.
Selain penyuluhan, masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan diri dan keluarga. Warga juga didorong memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang tersedia di wilayah masing-masing.
Pelayanan tersebut melibatkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Blahbatuh II melalui integrasi kegiatan penelusuran kasus tuberkulosis (TB) dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tenaga medis dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Saba turut memberikan dukungan pelayanan bersama para pendamping.
Kegiatan ini dihadiri Perbekel Desa Saba, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), pendamping desa, bendesa, perangkat desa, bidan desa, serta kader kesehatan dan kader TB. Pengamanan kegiatan dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Saba.
Melalui kegiatan terpadu ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahaya rabies, segera mencari pertolongan medis setelah mengalami gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies, serta lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. []
Redaksi1-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara