Dari Biopori hingga Energi Surya, Desa Didorong Lebih Mandiri

Penguatan aturan desa, langkah sederhana di tingkat rumah tangga, serta fasilitas dasar dan energi menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian desa menghadapi bencana.

JAKARTA – Desa didorong memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir melalui peraturan desa (Perdes) yang mengatur mitigasi bencana di wilayah masing-masing. Aturan tersebut dinilai dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk membangun mekanisme pencegahan dan penanganan bencana secara mandiri.

Guru Besar Ilmu Biogeokimia Tanah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ahmad Kurnain menyampaikan usulan tersebut dalam diskusi bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah akademisi dari berbagai lembaga riset serta perguruan tinggi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

“Kami menyarankan, setiap desa mestinya ada peraturan desa yang berkaitan dengan bagaimana bisa menjaga, melakukan mitigasi atas kebakaran, termasuk banjir,” kata Ahmad sebagaimana diberitakan Bisnis, Sabtu (26/09/2026).

Menurut Ahmad, mitigasi tidak hanya bergantung pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal masyarakat. Salah satu contoh yang disampaikannya ialah pembuatan biopori di pekarangan rumah sebagai langkah sederhana untuk mendorong kemandirian masyarakat.

“Misalnya, setiap pekarangan begitu ya, misalnya kita bikin buat biopori. Sekecil apa pun sebenarnya itu untuk mengedepankan untuk kemandirian mereka, di sekitar mereka,” ujarnya.

Langkah sederhana tersebut, kata Ahmad, dapat menjadi bagian dari keterlibatan langsung masyarakat dalam upaya mitigasi bencana di lingkungan desa.

“Sehingga apa pun itu maka sudah melakukan mitigasi terkait itu,” katanya.

Presiden Prabowo menanggapi usulan tersebut dengan menempatkan desa sebagai salah satu titik penting dalam strategi pemerintah untuk memperkuat mitigasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya kira benar ya. Kita sekarang ambil kesimpulan bahwa kuncinya adalah di desa,” kata Prabowo.

Selain mitigasi, penguatan kondisi kehidupan masyarakat desa juga diarahkan melalui penyediaan fasilitas dasar. Prabowo menyebut rencana perbaikan rumah masyarakat yang disertai fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan air bersih.

“Rencana saya, saya ingin memperbaiki rumah-rumah mereka. Dengan MCK, dengan air bersih,” ujarnya.

Pemerintah juga merencanakan pemanfaatan energi surya di tingkat desa. Kebijakan tersebut diarahkan agar setiap desa setidaknya memiliki pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas minimal satu megawatt.

“Juga rencana kita, kita mau tiap desa minimal bisa punya tenaga listrik dari surya ya. Minimal 1 megawatt 1 desa,” kata Prabowo.

Penguatan fasilitas dasar dan energi tersebut disebut menjadi bagian dari arah kebijakan pemerintah terhadap desa. Dengan demikian, desa ditempatkan tidak hanya sebagai wilayah yang perlu menghadapi risiko bencana, tetapi juga sebagai lingkungan yang perlu diperkuat dari sisi kemandirian masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Jadi ini arah kita nanti ke sana,” ujar Prabowo. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Baskara Bakti Dorong UMKM Terapkan Wisata Ramah Lingkungan

PDF 📄Desa Baskara Bakti memperkuat pengembangan wisata ramah lingkungan dengan membekali pelaku UMKM dan masyarakat …

68 Desa Kekurangan Air, BPBD Banyumas Salurkan 4 Juta Liter

PDF 📄Puluhan desa di Banyumas menghadapi kebutuhan air bersih yang terus meningkat setelah kekeringan meluas …

Koperasi Desa Jadi Penggerak Usaha Nelayan Sinjai

PDF 📄Integrasi koperasi dengan kampung nelayan di Tongke-Tongke diarahkan untuk memperluas akses permodalan, menyerap hasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *