Kebakaran melanda sekitar dua hektare lahan kosong di Desa Bolano Induk, Parimo, pada Selasa malam dan berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan penanganan hingga tahap pendinginan.
PARIGI MOUTONG – Kebakaran lahan seluas sekitar dua hektare di Desa Bolano Induk, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan setelah petugas bersama masyarakat melakukan penanganan hingga tahap pendinginan pada Selasa (22/9/2026) malam.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WITA di lahan kosong yang tidak ditanami tanaman produktif. Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo sekitar pukul 23.34 WITA.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana (Plt Kalak) BPBD Parimo Rivai mengatakan api telah padam sebelum laporan diterima dan petugas tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
“Laporan kami terima sekitar pukul 23.34 WITA. Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WITA dan lokasi yang terbakar merupakan lahan kosong, tidak ada tanaman produktif,” kata Rivai sebagaimana diberitakan The Opini, Rabu, (23/09/2026).
Menurut Rivai, penyebab kebakaran hingga laporan tersebut disampaikan masih belum diketahui. Kondisi lahan yang terbakar kemudian menjadi perhatian dalam penanganan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
“Api sudah padam sepenuhnya sekitar pukul 23.15 WITA dan kemudian kami pastikan sampai tahap pendinginan untuk mencegah api kembali menyala,” ujarnya.
Penanganan kebakaran dilakukan BPBD Parimo bersama masyarakat setempat. BPBD juga berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan aparat desa selama proses penanganan berlangsung.
Tidak terdapat kebutuhan mendesak dalam penanganan setelah api berhasil dikendalikan. Situasi di lokasi dilaporkan aman setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan.
Kebakaran di lahan kosong tersebut menjadi perhatian karena terjadi di wilayah Desa Bolano Induk. Pemantauan setelah pemadaman diperlukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dan tidak muncul kembali titik api.
Dengan api yang telah dipadamkan sepenuhnya dan kondisi lokasi dinyatakan aman, penanganan selanjutnya diarahkan pada pemantauan kawasan serta memastikan tidak terjadi kebakaran susulan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara