Tambahan anggaran Kemendes PDT sebesar Rp1 triliun pada 2027 diarahkan untuk pengembangan desa wisata, BUMDes, infrastruktur dasar, desa ekspor, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
JAKARTA – Tambahan anggaran Rp1 triliun untuk Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) pada 2027 diarahkan tidak hanya untuk pengembangan desa wisata, tetapi juga sejumlah program yang dinilai dapat menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan anggaran tambahan tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan desa wisata dan desa tematik, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pembangunan infrastruktur dasar seperti sarana air bersih, jalan, pasar, dan jembatan desa.
“Tambahan anggaran akan diarahkan antara lain untuk pengembangan desa wisata dan desa tematik,” kata Mendes Yandri dalam rapat kerja bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/09/2026), sebagaimana diberitakan Antara.
Selain itu, Kemendes PDT merencanakan pemanfaatan tambahan anggaran tersebut untuk mendorong desa ekspor serta meningkatkan kapasitas masyarakat desa dan daerah tertinggal. Pemerintah juga menargetkan agar penggunaan anggaran tidak berhenti pada penyerapan administrasi, tetapi menghasilkan keluaran yang dapat dirasakan masyarakat.
“Dengan demikian, fokus kami adalah memastikan bahwa tambahan anggaran tersebut terkonversi menjadi output yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya terserap pada hal-hal administratif,” kata Mendes Yandri.
Tambahan Rp1 triliun tersebut merupakan bagian dari hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah pada 9 September 2026. Dengan tambahan itu, pagu anggaran Kemendes PDT untuk 2027 menjadi Rp2.785.294.597.
Di luar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Kemendes PDT juga menjalankan kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mendukung pembangunan desa. Salah satunya melalui kerja sama dengan Hakko Fukushikai Foundation dari Jepang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui program beasiswa bagi pemuda desa.
Kemendes PDT juga menjalin kerja sama dengan New Hope Fintech dari China untuk mendukung pengembangan BUMDes melalui pendampingan dan pemberdayaan berbasis teknologi di desa.
Program prioritas Bangun Desa, Bangun Indonesia turut diarahkan untuk mendorong desa ekspor dengan menyesuaikan pengembangan usaha berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kegiatan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.
Dengan berbagai sasaran tersebut, tambahan anggaran 2027 akan diarahkan pada kombinasi pengembangan potensi ekonomi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar agar manfaat program dapat dirasakan lebih nyata di tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara