Kerapu Lamongan Makin Bernilai, Budidaya Mulai Gunakan Teknologi

LAMONGAN – Budidaya ikan kerapu di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan (Lamongan), Jawa Timur (Jatim), mulai diarahkan ke sistem produksi yang lebih modern untuk meningkatkan pendapatan pembudidaya. Penguatan tersebut didukung pemanfaatan teknologi pemantauan kualitas air, peningkatan kapasitas pembudidaya, serta pengolahan hasil panen agar komoditas kerapu memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Upaya itu menjadi bagian dari pengembangan Kampung Kerapu Labuhan yang kembali diperkuat melalui Festival Kerapu 2026 di Area Parkir Wisata Pantai Kutang, Desa Labuhan, Minggu, 13 September 2026.

Potensi ekonomi komoditas tersebut cukup besar. Produksi kerapu di Lamongan mencapai 1.830,62 ton sepanjang 2025 dengan nilai ekonomi Rp174,12 miliar. Angka produksi tersebut meningkat dibandingkan 1.823,62 ton pada 2024 dan 1.357,01 ton pada 2023.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pembudidaya agar tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat pengelolaan hasil dan pemasaran.

“Kami terus mendorong, memberikan semangat agar Kampung Kerapu di Labuhan semakin berkontribusi. Banyak hal yang telah kita lakukan, mulai dari pembinaan produksi agar lebih meningkat dan memiliki daya saing, memberikan materi manajemen, pengelolaan ikan, pemasaran dan lainnya,” tutur Yuhronur, Minggu (13/9/2026).

Modernisasi budidaya menjadi salah satu langkah yang mulai diterapkan di kawasan tersebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital menyalurkan 150 unit perangkat Venjet berbasis Internet of Things (IoT) kepada 100 pembudidaya pada Maret 2026.

Perangkat tersebut dilengkapi sistem aerator pintar (smart aerator) dan sensor kualitas air. Teknologi itu memungkinkan kondisi air tambak dipantau secara lebih efisien sehingga pembudidaya dapat memperoleh informasi untuk mendukung pengelolaan tambak.

Penerapan teknologi tersebut melengkapi survei dan koordinasi yang sebelumnya dilakukan Dinas Perikanan bersama Venambak. Langkah itu menunjukkan pengembangan Kampung Kerapu tidak hanya diarahkan pada peningkatan volume produksi, tetapi juga efisiensi dan kualitas proses budidaya.

Tren produksi yang terus meningkat menjadi dasar optimisme Pemkab Lamongan terhadap pengembangan komoditas tersebut. Hingga triwulan II 2026, produksi kerapu telah mencapai 1.071,1 ton dengan nilai Rp90,95 miliar.

“Tahun 2025 produksi kerapu mencapai Rp174 miliar lebih, kemudian triwulan II 2026 sudah lebih dari Rp90 miliar. Kita yakin sampai akhir 2026 produksi akan bertambah besar lagi,” tegas Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, sebagaimana diberitakan Surya, Minggu, (13/09/2026).

Potensi tersebut menjadi bagian dari capaian sektor perikanan budidaya secara keseluruhan. Pada 2025, produksi perikanan budidaya Lamongan mencapai 46.941,85 ton dengan nilai ekonomi Rp1,429 triliun.

Pengembangan Kampung Kerapu juga memiliki landasan kebijakan setelah Lamongan ditetapkan sebagai Kampung Kerapu melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 111 Tahun 2023. Status tersebut menjadi pijakan Pemkab Lamongan untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas produk agar mampu menjangkau pasar lokal maupun ekspor.

Penguatan ekonomi tidak berhenti pada proses produksi. Festival Kerapu 2026 turut mendorong pembudidaya mengolah hasil panen menjadi berbagai produk makanan sehingga ikan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar.

Salah satu kegiatan dalam festival tersebut adalah lomba olahan masakan kerapu. Diversifikasi produk diharapkan membuka peluang peningkatan nilai jual sekaligus memperluas aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Kegiatan lomba olahan kerapu menjadi salah satu bagian penting dalam festival,” kata salah satu pembudidaya, Mashudi.

Kombinasi antara teknologi di sisi produksi dan pengolahan di sisi hilir menjadi strategi untuk memperkuat posisi Kampung Kerapu Labuhan. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil budidaya, tetapi juga memperbesar manfaat ekonomi bagi pembudidaya dan masyarakat sekitar melalui produk bernilai tambah serta aktivitas wisata yang menyertainya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

58 Kopdes di Banyumas Masuk Kawasan Lahan Hijau

PDF 📄BANYUMAS – Persoalan penggunaan lahan hijau membayangi pembangunan 58 gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah …

Kamboja Ungkap Temuan Zat Kimia, Thailand Sebelumnya Membantah

PDF 📄PHNOM PENH – Pengaduan Kamboja kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) membuka kembali sorotan …

DPR Dorong Inpres Jalan Desa untuk Atasi Keterbatasan Anggaran

PDF 📄TEMANGGUNG – Keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah dan desa dinilai menjadi hambatan dalam memenuhi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *