42 Ribu Usaha Pertanian Lumajang Hilang dalam Tiga Tahun

LUMAJANG – Regenerasi petani menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian Kabupaten Lumajang setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha pertanian di wilayah tersebut menyusut sekitar 42 ribu unit dalam tiga tahun. Kondisi itu tidak hanya berkaitan dengan produktivitas dan harga komoditas, tetapi juga rendahnya minat generasi muda untuk meneruskan usaha pertanian.

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi BPS 2026 yang dilaksanakan pada 15 Juli hingga 28 Agustus 2026, jumlah usaha pertanian di Lumajang tercatat sekitar 318 ribu unit. Angka tersebut turun dari sekitar 360 ribu rumah tangga usaha pertanian yang tercatat dalam Sensus Pertanian 2023.

Kepala BPS Lumajang Sonhaji menilai penurunan tersebut cukup signifikan karena mencapai sekitar 10 persen dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Ia juga menyebut pendataan di Lumajang berjalan baik dan menempati peringkat keempat dibandingkan daerah lain.

“Kurangnya 10 persenan lah. Tapi di sensus pertanian itu detail banget kan. Karena sensus ekonomi tidak dilatih untuk sensus tani, tapi sudah bagus (sensusnya) Lumajang pendataannya rangking 4 lah dibandingkan daerah lain,” ujarnya, Jumat (11/9/2026), sebagaimana diberitakan Tribun Jatim, Sabtu, (12/09/2026).

Menurut Sonhaji, salah satu persoalan yang membuat sektor pertanian kurang menarik bagi generasi muda adalah produktivitas yang dinilai rendah serta ketergantungan pada musim. Kondisi tersebut membuat sebagian anak petani memilih tidak meneruskan pekerjaan orang tuanya.

“Tidak sedikit anak petani meneruskan pekerjaan orang tuanya. Sehingga kalau dikasih tanah (sawah) belum tentu digarap, biasanya kalau tidak disewakan ya dijual,” ucap Sonhaji.

Pilihan menyewakan atau menjual lahan juga dinilai dapat mengubah pola pemanfaatan tanah pertanian. Ketika lahan dialihkan untuk penggunaan lain, kondisi tersebut berpotensi mendorong alih fungsi lahan.

Meski disewakan untuk aktifitas pertanian.

Kata dia, hal itu tidak bisa dikatakan anak ini petani, sebab aktifitasnya sudah sama dengan real estite.

“Ya kalau disewakan, kalau dijual? maka itu bisa terjadi alih fungsi lahan,” bebernya.

Sonhaji mengatakan persoalan ekonomi juga menjadi pertimbangan generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian. Petani kerap menghadapi harga hasil tanaman yang rendah ketika panen, sementara biaya pupuk terus meningkat.

“Ketika panen harganya murah, sementara pupuknya mahal bahkan mengikuti inflasi. Makanya banyak anak (muda) mikir mikir mau jadi petani,” ungkapnya.

Selain persoalan pendapatan, kondisi demografi petani turut menjadi perhatian. Menurut Sonhaji, banyak petani aktif saat ini berasal dari kelompok usia lanjut sehingga penerapan inovasi dalam kegiatan budi daya pertanian menghadapi tantangan.

“Karena petani kita banyak yang tua, sehingga membuat usaha pertanian kita melemah. Dulu 40 persen perekonomian ditopang sektor pertanian, sekarang tinggal 32 persen,” katanya.

Di tengah persoalan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Lumajang Muhammad Jamaluddin menilai modernisasi dapat menjadi salah satu cara untuk menarik kembali minat generasi muda terhadap pertanian.

Menurut Jamaluddin, persepsi bahwa pertanian identik dengan pekerjaan manual, berat, dan kotor turut memengaruhi rendahnya ketertarikan anak muda. Risiko usaha serta ketidakpastian keuntungan juga menjadi pertimbangan.

“Serta berisiko tinggi dengan margin keuntungan yang tidak pasti,” tuturnya.

Ia mendorong penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern agar aktivitas bercocok tanam menjadi lebih efisien dan sesuai dengan karakter generasi muda.

“Seperti drone penyiram pupuk, alat tanam mekanis, hingga otomatisasi irigasi untuk menarik minat generasi digital yang menyukai efisiensi,” bebernya.

Jamaluddin juga menilai penguatan sektor pertanian perlu dilakukan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, petani tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan budi daya, tetapi perlu memperoleh akses terhadap pengolahan produk dan pemasaran untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Selain teknologi, pemerintah dinilai perlu memperkuat kepastian harga melalui hilirisasi pertanian dan digitalisasi rantai pasok. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kerugian yang selama ini menjadi salah satu pertimbangan bagi calon petani muda.

“Petani milenial tidak hanya berada di sektor hulu (budidaya) yang rentan terhadap fluktuasi harga panen, tetapi masuk ke sektor hilir, pengolahan produk, serta pemasaran digital agar margin keuntungan lebih menarik,” kata Jamal.

Jamaluddin selanjutnya mendorong pemberian insentif dan akses permodalan dengan bunga rendah bagi generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di bidang pertanian. Dukungan tersebut dinilai penting agar pertanian dapat berkembang sebagai sektor usaha yang lebih menarik bagi generasi berikutnya.

“Khusus kaum muda yang ingin merintis rintisan agribisnis (agri-startup). Didukung dengan kepastian jaminan pasar bagi komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti hortikultura dan buah-buahan ekspor,” ulasnya.

Upaya memperkuat teknologi, akses modal, kepastian pasar, dan pengolahan hasil pertanian diharapkan dapat membuat sektor ini lebih kompetitif sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat. Regenerasi petani menjadi penting agar penurunan jumlah usaha pertanian tidak berlanjut dan sektor tersebut tetap menjadi salah satu penopang perekonomian Lumajang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pemerintah Siapkan Rekening BRI untuk Warga Usia 17 Tahun

PDF 📄LAMPUNG SELATAN – Pemerintah menyiapkan pembukaan rekening baru bagi seluruh masyarakat Indonesia berusia 17 …

Pusaka Jateng 2026 Siapkan Ratusan Gagasan untuk Kebijakan 2027

PDF 📄SEMARANG – Sebanyak 537 gagasan yang dihasilkan Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa …

Festival Tani Ganding 2026 Jadi Panggung Produk Unggulan Masyarakat

PDF 📄SUMENEP – Festival Tani Kecamatan Ganding 2026 disiapkan bukan sekadar sebagai agenda hiburan masyarakat, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *