Longsor Xizang: Warga Desa Dievakuasi, Operasi Pencarian Berlanjut

XIGAZE – Upaya penanganan tanah longsor di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, China, berlanjut dengan pemindahan seluruh warga dan wisatawan yang terdampak ke lokasi aman. Otoritas setempat mencatat 499 penduduk desa dan pekerja konstruksi telah mendapatkan tempat tinggal sementara, sedangkan 555 wisatawan yang sebelumnya terjebak telah dievakuasi.

Evakuasi dilakukan setelah longsor menerjang Pelabuhan Gyirong, wilayah Gyirong, pada Rabu (26/8/2026) pagi waktu setempat. Hingga Kamis (27/8/2026) pukul 08.00 waktu setempat, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, 558 orang masih dinyatakan hilang, dan dua warga desa berhasil diselamatkan.

Sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (29/08/2026), proses pemindahan warga terdampak turut dikoordinasikan dengan berbagai otoritas untuk memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Sebanyak 499 warga desa dan pekerja konstruksi telah ditempatkan di akomodasi yang layak. Sementara itu, seluruh 555 wisatawan yang terdampak telah dipindahkan melalui koordinasi otoritas kebudayaan dan pariwisata setempat. Dengan demikian, tidak ada lagi wisatawan yang dilaporkan terjebak di kawasan bencana.

Dukungan juga datang dari otoritas penerbangan sipil yang ikut dalam operasi penyelamatan dan penanganan dampak bencana. Hingga Kamis (27/8/2026) pukul 15.00 waktu setempat, penerbangan sipil telah mengangkut 324 personel penyelamat ke wilayah terdampak.

Selain personel, sebanyak 24 ton peralatan penyelamatan, kebutuhan sehari-hari, serta pasokan medis juga dikirimkan untuk mendukung operasi tanggap darurat dan relokasi warga.

Pemindahan warga dilakukan antara lain dari Desa Labi dan Desa Seqiong menuju tempat penampungan di Desa Jifu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat yang terdampak dapat memperoleh tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan dasar selama proses penanganan bencana berlangsung.

Meski seluruh wisatawan yang sempat terjebak telah dievakuasi, proses pencarian terhadap korban yang masih hilang tetap menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Data sementara pada Kamis pagi menunjukkan masih terdapat 558 orang yang belum ditemukan.

Kondisi tersebut membuat operasi penyelamatan tidak berhenti setelah evakuasi wisatawan dan pemindahan warga. Mobilisasi personel serta pengiriman peralatan dan kebutuhan medis terus dilakukan untuk mendukung pencarian, pertolongan, dan penanganan warga terdampak.

Penanganan bencana di Gyirong sekaligus memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas sektor ketika bencana berdampak pada permukiman warga dan kawasan yang menjadi jalur aktivitas wisata. Pemerintah setempat bersama tim penyelamat terus berupaya memastikan keselamatan masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan para pengungsi selama situasi darurat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jembatan Ambles, Kendaraan Berat Tak Bisa Melintas di Jalur Trans Sulawesi

PDF 📄PARIGI MOUTONG – Akses Jalur Trans Sulawesi di Desa Peningka, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), …

Kemarau Panjang Picu Risiko Kebakaran, Warga Desa Diminta Siaga

PDF 📄SULAWESI SELATAN – Kebakaran hutan pinus di Lembang (Desa) Talimbangan, Kecamatan Buntu Pepasan, Kabupaten …

Kebakaran Hutan Sagu Mengancam Desa Tanggobu, 60 Warga Bergerak

PDF 📄SULAWESI TENGGARA – Sekitar 60 warga bersama petugas gabungan turun langsung membantu memadamkan kebakaran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *