PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengerahkan enam mobil tangki untuk memasok air bersih ke 82 desa yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 76 desa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, wilayah terdampak tersebar di 11 kecamatan dari total 13 kecamatan di Pamekasan. Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan hasil pendataan yang kami lakukan, total desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau kali ini sebanyak 82 desa, tersebar di 11 kecamatan dari total 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan ini,” kata Rosidi di Pamekasan, Jumat (21/8/2026), sebagaimana diberitakan Antara.
Perluasan wilayah terdampak juga terlihat dari jumlah dusun yang mengalami kekeringan. Pada 2025 tercatat 240 dusun terdampak, sedangkan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 281 dusun atau bertambah 40 dusun.
“Jadi, ada tambahan sebanyak enam desa dibanding 2025,” katanya.
Menurut Rosidi, penyaluran air bersih melibatkan personel dari Dinas Sosial dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pamekasan. Pemkab Pamekasan juga menyiapkan langkah jangka lebih panjang melalui pengeboran untuk menambah sumber air bagi wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
“Program ini merupakan kerja sama antara Pemkab Pamekasan dengan pemerintah pusat melalui kegiatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS),” katanya.
Peningkatan jumlah desa dan dusun terdampak menunjukkan kebutuhan penanganan kekeringan di Pamekasan semakin besar. Selain menjaga kelancaran distribusi air bersih, upaya pencarian sumber air baru diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan selama musim kemarau. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara