KUDUS – Krisis air bersih di Kabupaten Kudus meluas setelah tiga desa di tiga kecamatan terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat 727 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.096 jiwa kini membutuhkan pasokan air bersih.
Wilayah terbaru yang mengalami krisis air adalah Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu. Kondisi tersebut mulai terjadi pada Selasa (18/8), menyusul Desa Colo di Kecamatan Dawe dan Desa Glagahwaru di Kecamatan Undaan yang lebih dahulu terdampak.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Ahmad Munaji menyampaikan, tiga desa yang mengalami kekurangan air bersih adalah Desa Setrokalangan, Desa Colo, dan Desa Glagahwaru, sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Kamis, (20/08/2026).
“Desa Setrokalangan jadi terbaru kekurangan air bersih,” ungkap Munaji, Rabu (19/8).
Di Desa Setrokalangan, kekeringan berdampak pada 81 KK atau 268 jiwa yang tersebar di RW 2 dan RW 3. Sementara itu, Desa Colo mulai mengalami kekurangan air sejak 9 Agustus 2026 dengan 50 KK atau 150 jiwa terdampak di RT 4 RW 1.
Kondisi paling lama berlangsung terjadi di Desa Glagahwaru. Kekeringan telah melanda wilayah tersebut sejak 15 Juli 2026 dan berdampak pada 596 KK atau 1.678 jiwa yang tersebar di RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 5.
Untuk menjaga ketersediaan air bagi warga, BPBD Kudus melakukan dropping air secara rutin ke ketiga desa tersebut. Sejumlah tandon juga ditempatkan di berbagai titik untuk menampung pasokan air bersih.
Total tandon yang disiapkan terdiri atas tiga unit berkapasitas 5.000 liter, tiga unit 2.000 liter, satu unit 1.000 liter, dua unit 500 liter, dan satu unit 250 liter.
Hingga saat ini, distribusi air telah mencapai 435 ribu liter ke Desa Glagahwaru, 18 ribu liter ke Desa Colo, dan 10 ribu liter ke Desa Setrokalangan. Warga juga diimbau menggunakan air bersih secara bijak karena kemarau panjang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat kebutuhan distribusi air berpotensi terus meningkat apabila kekeringan meluas. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara