BANTAENG – Hasil pengabdian mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Layoa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng (Bantaeng), mulai diarahkan untuk dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan setelah seluruh program kerja dipaparkan dalam seminar hasil Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Seminar yang berlangsung di Kantor Desa Layoa tersebut menjadi tahap akhir penyampaian capaian mahasiswa dari Tematik Pemberdayaan Desa dan Tematik Teknologi Tepat Guna. Kegiatan itu mempertemukan mahasiswa KKN-T dengan pemerintah desa serta masyarakat untuk melihat kembali manfaat program yang telah dijalankan selama masa pengabdian.
Sejumlah hasil kegiatan yang dipaparkan mencakup pengembangan peta administrasi Desa Layoa berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), penambahan plang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), serta pembuatan pestisida nabati. Program tersebut ditujukan untuk membantu penyediaan informasi wilayah, mendukung pengelolaan lingkungan, dan memperkenalkan pemanfaatan sumber daya lokal kepada masyarakat.
Program individu mahasiswa juga mencakup pembuatan plang identitas rumah kepala dusun, katalog potensi Desa Layoa, inovasi budidaya tanaman pekarangan menggunakan barang bekas dan sistem irigasi tetes sederhana, pemberian vitamin serta obat cacing untuk ternak sapi, hingga penyediaan plang edukasi dan tong sampah.
Di bidang edukasi, mahasiswa turut mengenalkan jenis ikan dan manfaat mengonsumsi ikan kepada siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 51 Gangang Baku. Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan cakupan pengabdian yang tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi juga menyentuh lingkungan, pertanian, peternakan, teknologi sederhana, dan pendidikan.
Rangkaian seminar diawali dengan pembukaan, doa, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Unhas, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Desa Layoa serta koordinator desa Layoa 1 dan Layoa 2. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan proses pelaksanaan, hasil, dan output setiap program sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan pengabdian yang telah dilakukan.
Sebagaimana diberitakan Kompasiana, Kamis, (20/08/2026), seminar tersebut juga menjadi ruang evaluasi antara mahasiswa dan pihak terkait sebelum hasil kegiatan diserahkan. Penyerahan output hilirisasi berupa buku panduan dan buku saku menjadi bagian penting agar pengetahuan dan hasil program tidak berhenti setelah masa KKN-T berakhir.
Keberlanjutan pemanfaatan hasil kegiatan menjadi perhatian berikutnya bagi masyarakat dan pemerintah desa. Berbagai produk dan pengetahuan yang telah diserahkan diharapkan dapat digunakan, dikembangkan, serta memberikan manfaat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian di Desa Layoa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara