UNM Bawa Teknologi PLTS ke Desa Tondongkura, Atasi Krisis Air Petani

PANGKEP – Inovasi Irigasi Energi Surya Bantu Petani Desa Tondongkura Hadapi Kekeringan Universitas Negeri Makassar (UNM) menerapkan teknologi irigasi berbasis energi surya di Desa Tondongkura, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, untuk membantu petani kacang tanah mengatasi keterbatasan air sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Program tersebut menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026 yang dilakukan UNM melalui penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi untuk mengoperasikan pompa irigasi. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi biaya operasional petani yang sebelumnya bergantung pada pompa berbahan bakar minyak.

Tim pengabdian UNM menghadirkan sistem PLTS di Desa Tondongkura setelah menemukan persoalan utama yang dihadapi petani, yakni berkurangnya pasokan air dalam beberapa musim terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan lahan pertanian belum dapat dimanfaatkan secara optimal dan berpengaruh terhadap hasil produksi.

Selain pemasangan perangkat, tim juga memberikan pelatihan kepada petani terkait pengoperasian, perawatan, dan pengelolaan teknologi agar sistem irigasi dapat dimanfaatkan secara mandiri serta berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdi Muhammad Hasim mengatakan pemanfaatan energi surya dipilih karena sesuai dengan kondisi geografis Desa Tondongkura yang memiliki paparan sinar matahari tinggi sepanjang tahun.

“Kami ingin teknologi ini menjadi solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harapannya, petani tidak lagi terbebani biaya operasional yang tinggi untuk pengairan sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mereka,” ujar Muhammad Hasim sebagaimana diberitakan Fajar, Minggu, (02/08/2026).

Sistem yang diterapkan tersebut memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan pompa air irigasi. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung pengembangan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Petani dilibatkan sejak tahap pemasangan hingga pengujian sistem agar memahami cara kerja teknologi serta mampu mengelolanya setelah program selesai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Dzulfadhli menilai kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada sivitas akademika Universitas Negeri Makassar atas dedikasi dan kontribusinya melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan ini. Kami berharap inovasi yang dihadirkan tidak hanya mampu mengatasi persoalan kekeringan yang dihadapi petani, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ungkap Dzulfadhli.

Melalui penerapan teknologi tepat guna tersebut, UNM berharap Desa Tondongkura dapat menjadi contoh pengembangan pertanian modern yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Model Bioflok KDMP Kamolan Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

PDF 📄BLORA – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kamolan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai memperkuat …

Aci Sang Hyang Grodog Jadi Penjaga Identitas Budaya Pulau Lembongan

PDF 📄KLUNGKUNG – Masyarakat Desa Adat Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, terus menjaga …

Perayaan Desa Pemenang Barat Tak Sekadar Hiburan, Ada Pesan Kebersamaan

PDF 📄LOMBOK UTARA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *