158 KDMP Berdiri di Tiga Kabupaten, Rejang Lebong Jadi Penyumbang Terbanyak

REJANG LEBONG Sebanyak 14 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Rejang Lebong (RL) telah rampung dibangun dan diproyeksikan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa melalui penyediaan kebutuhan pokok, sarana pertanian, hingga layanan keuangan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Disperindagkop-UMKM) RL, Anes Rahman, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 terdapat 14 KDMP yang telah mencapai progres pembangunan 100 persen. Sementara itu, sejumlah unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

“Untuk yang sudah selesai atau progresnya 100 persen saat ini ada 14 KDMP. Berdasarkan informasi terakhir, koperasi tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Agustus 2026,” ungkap Anes kepada Tribunbengkulu, sebagaimana diberitakan Tribun Bengkulu, Senin, (15/06/2026).

Meski bangunan telah selesai, operasional koperasi masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah terkait mekanisme pengelolaan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Terkait teknis operasionalnya seperti apa, kami masih menunggu petunjuk. Namun informasi yang kami terima, Agustus nanti sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Di sisi lain, Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong terus mempercepat pembangunan KDMP di wilayah teritorialnya yang meliputi RL, Kabupaten Kepahiang, dan Kabupaten Lebong. Hingga saat ini, pembangunan koperasi telah mencapai 158 unit di tiga daerah tersebut.

Dari total tersebut, sebanyak 97 unit berada di RL, 33 unit di Kepahiang, dan 28 unit di Lebong. Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring target pembangunan yang terus berjalan.

“Total ada 158 KDMP yang saat ini telah dibangun. Jumlah tersebut masih akan bertambah sesuai target yang telah ditetapkan,” jelas Agung.

Program KDMP ditujukan agar setiap desa dan kelurahan memiliki pusat aktivitas ekonomi yang mampu memperkuat kemandirian masyarakat. Pembangunannya dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari swakelola, penunjukan langsung, hingga pola padat karya yang melibatkan warga setempat.

“Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara masif dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Selain mempercepat pembangunan, langkah ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya.

Agung berharap keberadaan KDMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Setelah mulai beroperasi, KDMP akan menyediakan empat layanan utama, yakni penyediaan sembako, distribusi elpiji, penyediaan sarana pertanian seperti alat dan pupuk, serta layanan simpan pinjam. Selain itu, koperasi juga diproyeksikan menjadi agregator ekonomi desa yang mendukung sektor pangan dan energi di tingkat lokal. Dengan layanan tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi desa secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Mahasiswa Fakultas Hukum Untad Siap Kenalkan Posbankum

PDF 📄PALU – Kolaborasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Fakultas …

Pemkab Sleman Kejar Jalan Aman Dulu, Perbaikan Kalurahan Dimulai

PDF 📄SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai merealisasikan perbaikan jalan kalurahan dengan anggaran Rp8,6 miliar …

Tiga Orang Diperiksa, Polisi Dalami Dapur MBG di Balai Desa

PDF 📄PAMEKASAN – Pemanfaatan salah satu bangunan Balai Desa Pasanggar sebagai dapur program Makan Bergizi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *