Panen Jagung Desa Lobu Capai Belasan Ton per Hektare, Petani Kian Optimistis

PARIGI MOUTONG Panen raya jagung di Desa Lobu, Kecamatan Parigi Barat, menjadi bukti keberhasilan kolaborasi pemerintah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Hasil panen dari lahan seluas empat hektare bahkan mampu mencapai produktivitas hingga 10–14 ton jagung pipil kering per hektare.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar panen raya jagung di Desa Lobu pada Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program penanaman jagung yang telah dilaksanakan sejak 12 Februari 2026 dengan dukungan Kejati Sulteng, Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong, dan Pemkab Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan.

Panen raya dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng Zullikar Tanjung, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong Abdul Sahid, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda), perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, pengurus BUMDes, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Kajati Sulteng menegaskan program pengembangan pertanian tersebut harus terus berlanjut untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dilanjutkan dan dikembangkan demi mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya, sebagaimana diwartakan Rri, Selasa, (16/06/2026).

Menurutnya, penguatan sektor pertanian sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan masyarakat didorong memaksimalkan pemanfaatan lahan produktif yang belum tergarap.

“Saya bangga lahir dari keluarga petani. Jangan pernah merasa rendah menjadi petani, karena dari tangan para petanilah lahir generasi-generasi yang kelak menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Parigi Moutong menilai panen raya tersebut merupakan hasil nyata sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas pertanian desa.

“Panen raya ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat bekerja bersama, hasil yang dicapai mampu memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan Parigi Moutong merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sulteng. Keberhasilan panen di Desa Lobu diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tidur untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

Bupati juga mengapresiasi peran BUMDes Lobu Mandiri dalam mendukung pengembangan sektor pertanian desa. Menurutnya, BUMDes perlu terus diperkuat agar menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

“Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong terwujudnya desa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.

Selain itu, Pemkab Parigi Moutong terus mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi desa. Dari 278 desa di Parigi Moutong, sekitar 50 desa telah membentuk koperasi tersebut dan jumlahnya masih terus bertambah.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Ketahanan Pangan menyerahkan bantuan benih jagung kepada Kelompok Tani Fatulimbo bersama Pemerintah Desa Lobu guna mendukung peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian.

Lahan yang dikelola Kelompok Tani Meringah Lobu Mandiri memiliki luas lima hektare, dengan empat hektare dipanen pada kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil ubinan, produksi jagung pipil basah mencapai 14.230 kilogram atau setara sekitar 10–14 ton jagung pipil kering per hektare. Keberhasilan tersebut menunjukkan benih jagung varietas NK 212 mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Model Desa Digital Warnasari Dinilai Layak Jadi Rujukan ASEAN

PDF đź“„JEMBRANA – Penguatan inovasi berbasis data di tingkat banjar di Kabupaten Jembrana, Bali, kembali …

Gerbang Kantor Desa Klapagading Kulon Tertutup, Aparat Siaga

PDF đź“„BANYUMAS – Situasi pelayanan di Kantor Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kembali …

Desa Grejeg Genjot Layanan Kesehatan Dasar Masyarakat

PDF đź“„GRESIK – Pemerintah Desa Grejeg, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, terus memperkuat layanan kesehatan dasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *