KAJEN – Turnamen Sepak Bola Silirejo Cup 2026 di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi lokal melalui aktivitas masyarakat dan pelaku usaha kecil di sekitar lapangan.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman pada Senin (4/5/2026) tersebut menarik antusiasme tinggi warga, dengan laga perdana antara Karangjompo melawan Babalanlor yang langsung dipadati penonton dan menciptakan perputaran ekonomi di area pertandingan.
“Turnamen ini menjadi ruang silaturahmi warga. Di sisi lain, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan selama pertandingan berlangsung,” ujarnya saat rilis yang diterima Tribun Jateng, Selasa (05/05/2026).
Dalam perspektif pembangunan sosial, turnamen ini dipandang sebagai ruang interaksi warga sekaligus sarana pembinaan atlet muda daerah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Plt Bupati Sukirman menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kohesi sosial dan ekonomi desa.
“Plt Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan, bahwa Silirejo Cup 2026 bukan sekadar turnamen, melainkan momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.”
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembinaan generasi muda melalui kompetisi yang sehat dan terarah. Sepak bola dinilai memiliki daya tarik besar yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah pengembangan bakat atlet lokal.
“Kami ingin memberikan wadah bagi anak-anak muda untuk berprestasi. Turnamen ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ajang pembinaan atlet lokal,” imbuhnya.
Selain aspek olahraga, turnamen yang diikuti 32 tim dari berbagai wilayah tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama bagi pedagang kecil dan pelaku usaha yang memanfaatkan momentum keramaian penonton selama pertandingan berlangsung.
Kegiatan Silirejo Cup 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 5 Juni 2026 dengan total hadiah mencapai Rp100 juta, sekaligus menjadi salah satu agenda olahraga desa yang mengintegrasikan unsur hiburan, ekonomi, dan pembinaan sumber daya manusia di tingkat lokal.
Inisiatif ini juga menunjukkan bagaimana kegiatan olahraga di tingkat desa dapat berperan lebih luas, tidak hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara