Banjir Berhari-hari, Penyakit Kulit hingga Demam Mengintai

DEMAK – Dampak banjir akibat tanggul jebol di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kian meluas dengan munculnya berbagai gangguan kesehatan pada warga di dua desa terdampak, yakni Desa Karangsari dan Desa Dukun, hingga Kamis (9/4/2026).

Genangan air yang belum surut sejak Minggu (5/4/2026) menyebabkan lingkungan menjadi tidak higienis dan memicu penyakit seperti demam, batuk, pilek, hingga penyakit kulit. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya akses layanan kesehatan dan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak.

Di Desa Dukun, sedikitnya dua Rukun Warga (RW) masih terendam dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter di titik terdalam. Situasi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh total, termasuk kegiatan ekonomi harian warga.

Salah seorang warga, Suparti, mengaku mengalami penurunan kondisi kesehatan dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, ia tetap berjualan keliling demi memenuhi kebutuhan hidup di tengah kondisi banjir.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Suci, yang menyebut dampak kesehatan juga dialami anggota keluarganya. “Ya kepala pusing, pada masuk angin. Iya, kaki gatal-gatal. Anak-anak juga sama demam begitu,” keluh Suci.

Selain masalah kesehatan, warga juga menghadapi tekanan ekonomi akibat tidak dapat bekerja selama banjir berlangsung. Minimnya bantuan kebutuhan dasar semakin memperburuk kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Banjir di Karangtengah diketahui merupakan banjir kiriman dari Kecamatan Guntur akibat tanggul jebol, yang diperparah oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air tinggi. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan baik ke sungai besar dan menyebabkan genangan bertahan lama di permukiman.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak bersama instansi terkait segera mengambil langkah penanganan menyeluruh, termasuk penyediaan layanan kesehatan, distribusi logistik, serta perbaikan infrastruktur pengendali banjir guna mencegah dampak yang lebih luas. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Suka Damai Jadi Lokasi Edukasi Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan

PDF 📄BENER MERIAH – Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang dilaksanakan dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) …

Desa Sindangmandi Jadi Andalan Serang pada Lomba Posyandu Tingkat Banten

PDF 📄SERANG – Desa Sindangmandi, Kecamatan Baros, ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Serang dalam Lomba Posyandu …

Posyandu ILP di Kampung Ramsai Fokus Tingkatkan Deteksi Dini Penyakit

PDF 📄WAY KANAN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Way Tuba terus memperluas akses pelayanan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *