Ancaman Cacing Hati, BUMDes Munjul Pilih Amankan Ternak

CIREBON – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Munjul Berkah, Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, mengambil langkah antisipatif untuk menekan risiko kematian ternak kambing akibat serangan parasit cacing hati yang belakangan marak terjadi di wilayah tersebut.

Fokus utama dilakukan pada perlindungan kesehatan sekitar 70 ekor kambing yang dikelola, menyusul meningkatnya kasus kematian ternak milik warga akibat infeksi parasit berbahaya. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi agar kerugian peternak tidak semakin meluas.

Direktur BUMDes Munjul Berkah, Iin Kuslani, mengatakan pihaknya mengintensifkan perawatan ternak serta melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin sebagai bagian dari pencegahan. “Banyak kambing milik warga yang mati akibat serangan cacing hati. Karena itu kami melakukan pencegahan ekstra, termasuk penyemprotan disinfektan secara berkala,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jenis parasit seperti Fasciola gigantica dan Fasciola hepatica menjadi ancaman serius karena menyerang organ hati kambing dan berpotensi menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan tepat.

Meski permintaan pasar terhadap kambing cukup tinggi, BUMDes Munjul Berkah memilih menahan ekspansi usaha dengan tidak menambah populasi ternak dalam waktu dekat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah kehati-hatian untuk menghindari potensi kerugian akibat wabah yang belum sepenuhnya terkendali.

“Untuk sementara kami belum menambah ternak baru. Kami ingin memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melakukan ekspansi,” jelasnya.

Selain penguatan sektor peternakan, BUMDes juga menerapkan strategi diversifikasi usaha dengan mengalihkan sebagian modal ke sektor lain, seperti budidaya jagung pipil dan usaha produktif lainnya guna menjaga stabilitas keuangan.

Di sisi lain, penjualan kambing tetap berjalan secara selektif dengan mengedepankan kualitas ternak. Harga kambing yang ditawarkan berkisar antara Rp2,8 juta hingga Rp4 juta per ekor, tergantung kondisi fisik dan kualitasnya.

“Kami pastikan kambing yang dijual sehat, bersih, dan terawat. Kambing yang gemuk dan sehat tentu menjadi prioritas, agar pembeli merasa aman,” tegas Iin.

Dengan langkah preventif yang konsisten, BUMDes Munjul Berkah berharap dapat mengendalikan penyebaran penyakit sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan dan kepercayaan masyarakat di wilayah tersebut. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Suka Damai Jadi Lokasi Edukasi Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan

PDF đź“„BENER MERIAH – Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang dilaksanakan dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) …

Desa Sindangmandi Jadi Andalan Serang pada Lomba Posyandu Tingkat Banten

PDF đź“„SERANG – Desa Sindangmandi, Kecamatan Baros, ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Serang dalam Lomba Posyandu …

Posyandu ILP di Kampung Ramsai Fokus Tingkatkan Deteksi Dini Penyakit

PDF đź“„WAY KANAN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Way Tuba terus memperluas akses pelayanan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *