BANDUNG BARAT – Sebanyak 60 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA dari berbagai sekolah di Jawa Barat mengikuti pelatihan pilot drone dasar yang digelar Joesoef Drone Academy (JDA) Jawa Barat di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (25/5/2026). Program ini menjadi upaya penguatan keterampilan teknologi generasi muda sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi kebutuhan industri digital dan penerbangan nirawak.
Pelatihan yang berlangsung dalam Grand Opening Batch 1 tersebut berada di bawah naungan South China Sea Council Youth Program dan melibatkan peserta dari SMK Negeri (SMKN) 1 Cipeundeuy, SMK 1 Maniis Purwakarta, Madrasah Aliyah (MA) Karya Madani Cirata, serta SMK 1 Cipatat.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar pengoperasian drone, keselamatan penerbangan, etika penggunaan teknologi udara tanpa awak, hingga pemanfaatan drone di berbagai sektor seperti pertanian, pemetaan wilayah, dokumentasi visual, keamanan, dan industri kreatif digital.
Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah desa, aparat keamanan, kepala sekolah, dan instruktur drone tersebut juga menandai penguatan kolaborasi antara lembaga pelatihan dengan Pemerintah Desa Ciroyom dalam mendukung pengembangan kompetensi teknologi di kalangan pelajar.
Penanggung Jawab JDA Jawa Barat, Andi Syukry Amal, mengatakan program tersebut dirancang untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mencetak tenaga muda yang memiliki kemampuan teknis di bidang teknologi drone.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Saat ini kami juga telah memiliki lahan khusus praktik lapangan yang disediakan oleh Pemerintah Desa Ciroyom,” ujar Andi sebagaimana diberitakan Mediarjn, Selasa (26/05/2026).
Menurutnya, kebutuhan industri drone di Indonesia terus berkembang sehingga diperlukan generasi muda yang memahami teknologi sekaligus memiliki kemampuan operasional dan keselamatan penerbangan secara profesional.
Dukungan terhadap program tersebut juga diberikan Pemerintah Desa (Pemdes) Ciroyom. Kepala Desa (Kades) Ciroyom, Sirojudin, menyatakan pihaknya menyediakan sejumlah fasilitas umum sebagai lokasi latihan penerbangan drone.
“Kami menyiapkan lahan desa seperti lapangan bola dan area pujasera di samping kantor desa untuk tempat praktik terbang,” kata Sirojudin.
Ia berharap fasilitas yang disiapkan desa dapat berkembang menjadi pusat latihan drone yang tidak hanya dimanfaatkan peserta pelatihan, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mempelajari teknologi penerbangan nirawak.
Melalui sinergi antara lembaga pelatihan, sekolah, dan Pemdes Ciroyom, program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing di bidang teknologi penerbangan modern serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara