Akses 10 Desa Terisolasi di Aceh Tengah Mulai Pulih

KABUPATEN ACEH TENGAH – Mobilitas warga di 10 desa yang sebelumnya terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor kini mulai berangsur pulih setelah akses darurat melalui jembatan gantung dapat dilalui kendaraan roda dua, Sabtu (4/4/2026).

Pemulihan akses ini menjadi titik awal kembalinya aktivitas masyarakat, terutama dalam distribusi logistik dan pemenuhan kebutuhan harian. Meski belum sepenuhnya normal, jalur alternatif tersebut memungkinkan keterhubungan antarwilayah yang sebelumnya terputus total.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika mengatakan, akses sementara dibuka menggunakan jembatan gantung di sejumlah titik terdampak. “Sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, di sana ada jembatan gantung,” kata Andalika saat dikonfirmasi dari Banda Aceh.

Ia menjelaskan, jembatan gantung tersedia di wilayah Burlah dan Kala Ili, sementara jalur di Bergang juga sudah dapat dilalui kendaraan roda dua meski dengan keterbatasan. “Jembatan gantung ada di Burlah dan jembatan gantung Kala Ili. Untuk jembatan Bergang masih bisa dilewati dengan kendaraan roda dua,” ujarnya.

Sebelumnya, banjir bandang yang dipicu hujan deras pada Selasa (31/3/2026) menyebabkan kerusakan infrastruktur cukup parah. Sejumlah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) pascabencana dilaporkan ambruk, disertai longsor yang memutus tiga akses jalan utama.

Jembatan yang terdampak berada di Kala Ili, Kecamatan (Kec) Linge, serta Burlah dan Bergang di Kec Ketol. Kondisi tersebut sempat membuat 10 desa terisolasi dan menyulitkan distribusi bantuan maupun mobilitas warga.

Selain itu, akses jalan berstatus provinsi di ruas Bintang–Simpang Kraft yang terhubung dengan jalan nasional Takengon–Gayo Lues kini juga telah kembali dapat dilalui. Jalur tersebut sebelumnya lumpuh akibat material longsor yang menutup badan jalan.

Pemerintah daerah setempat tengah menyiapkan pembangunan jembatan permanen menggunakan konstruksi bailey bridge sebagai solusi jangka menengah untuk memulihkan konektivitas secara menyeluruh.

Dengan mulai terbukanya akses ini, warga di wilayah terdampak kini perlahan dapat kembali menjalankan aktivitas, meski proses pemulihan infrastruktur masih terus berlangsung. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pantau Tambak dari Rumah, Pembudidaya Kerapu Lamongan Makin Efisien

PDF 📄Pemanfaatan teknologi berbasis IoT membantu pembudidaya kerapu di Lamongan menghemat pakan hingga 20 persen, …

Dinperpusar Demak Mulai Telusuri Arsip Bersejarah Desa Gebang

PDF 📄Dinperpusar Kabupaten Demak berkoordinasi dengan Pemdes Gebang untuk mengidentifikasi dan menyelamatkan arsip statis yang …

Akademisi Ingatkan Pentingnya Verifikasi Sebelum Buku Sejarah Bengkel Dicetak

PDF 📄Diskusi Panel Sejarah Desa Bengkel mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengumpulkan sumber dan silsilah leluhur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *