Pantau Tambak dari Rumah, Pembudidaya Kerapu Lamongan Makin Efisien

Pemanfaatan teknologi berbasis IoT membantu pembudidaya kerapu di Lamongan menghemat pakan hingga 20 persen, meningkatkan pendapatan lebih dari 24 persen, dan memantau kondisi tambak dari rumah.

LAMONGAN – Pemanfaatan teknologi digital mulai mengubah pola kerja pembudidaya ikan kerapu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim). Melalui sistem pemantauan tambak berbasis Internet of Things (IoT), pembudidaya kini dapat mengontrol kualitas air dari rumah, menghemat penggunaan pakan hingga 20 persen, serta meningkatkan pendapatan lebih dari 24 persen.

Perubahan tersebut terlihat di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan. Penerapan teknologi kecerdasan buatan dan Internet of Things (AIoT) selama lima bulan membantu pembudidaya mengelola lingkungan tambak secara lebih terukur, sekaligus menekan risiko kematian ikan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut memberikan dampak positif terhadap efisiensi usaha perikanan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri panen raya ikan kerapu di Kampung Kerapu, Selasa, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (03/11/2026).

“Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan hasil positif, mulai dari penghematan pakan hingga peningkatan pendapatan pembudidaya,” katanya saat menghadiri panen raya ikan kerapu di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, Selasa.

Hasil uji coba selama lima bulan menunjukkan penggunaan pakan dapat dihemat hingga 20 persen. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup ikan meningkat 16 persen dan pendapatan pembudidaya bertambah lebih dari 24 persen.

Teknologi tersebut memungkinkan pembudidaya memantau sejumlah parameter kualitas air, mulai dari kadar oksigen, tingkat keasaman (pH), hingga salinitas. Dengan pemantauan tersebut, kondisi lingkungan tambak dapat diketahui secara berkala sehingga pengelolaan budi daya menjadi lebih efektif.

Dampak penerapan teknologi juga dirasakan langsung oleh pembudidaya. Karno, salah seorang pembudidaya ikan kerapu, mengaku perangkat teknologi membantu meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ikan sekaligus mengoptimalkan pemberian pakan.

“Pertumbuhan ikan lebih baik karena suplai oksigen yang meningkat, membuat ikan lebih lahap, badan lebih sehat, dan tingkat kematian ikan berkurang. Selain itu, efisiensi dalam pemberian pakan,” katanya.

Penggunaan perangkat digital juga mengurangi kebutuhan pembudidaya untuk memeriksa kondisi tambak secara langsung. Mia Claudita Octavia dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Makmur Bersama mengatakan, perangkat Venjet memudahkan pemantauan oksigen, tingkat keasaman, dan kadar garam air.

“Saya merasa sangat terbantu karena pengecekan dan kontrol tambak kini bisa dilakukan langsung dari dalam rumah, sehingga kunjungan ke lapangan berkurang drastis menjadi cukup sekali sehari,” katanya.

Kemudahan pengelolaan tambak tersebut turut berdampak terhadap nilai ekonomi komoditas kerapu. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, penerapan teknologi digital membantu menjaga kesehatan ikan, menekan angka kematian, serta meningkatkan efisiensi operasional pembudidaya.

“Melalui teknologi loT, ikan menjadi lebih sehat, tingkat kematian menurun, dan harga jual kerapu di tingkat pembudidaya bisa mencapai Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram,” katanya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi modern juga berpotensi menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian dan perikanan. Selain teknologi untuk tambak, pemerintah daerah mulai mengembangkan inovasi SmartGreenhouse guna mendukung budi daya melon premium.

“Selain itu memberikan edukasi kepada petani dan petambak di berbagai daerah di Indonesia termasuk Lamongan,” katanya.

Sementara itu, Meutya mengatakan program digitalisasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di sektor perikanan merupakan bagian dari upaya mendukung agenda ketahanan pangan Presiden Republik Indonesia (RI). Pemerintah juga berupaya memperluas edukasi pemanfaatan teknologi kepada petani dan pembudidaya di berbagai daerah.

“Program digitalisasi Komdigi disektor perikanan ini bertujuan untuk mendukung asta cita Presiden RI terkait ketahanan pangan. Selain itu memberikan edukasi kepada petani dan petambak di berbagai daerah di Indonesia termasuk Lamongan,” katanya.

Untuk menjaga keberlanjutan program, pemerintah memastikan dukungan terhadap ketersediaan jaringan internet serta penerapan teknologi hasil pengembangan insinyur lokal bersama Habibie Garden. Pendampingan kepada pembudidaya di Kampung Kerapu juga diperpanjang dari delapan bulan menjadi satu tahun.

” Kami menyetujui perpanjangan masa pendampingan program digitalisasi dan pemanfaatan fasilitas teknologi ini, dari semula delapan bulan menjadi satu tahun,” katanya.

Bupati Lamongan berharap pemerintah pusat terus memperkuat pendampingan dan meningkatkan kapasitas masyarakat agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada tahap pengenalan perangkat, tetapi berkembang menjadi bagian dari kegiatan produksi sehari-hari.

” Kami berharap agar Kementerian Komdigi terus memberikan pendampingan, peningkatan kapasitas, serta memperluas penerapan teknologi digital yang modern dan ramah masyarakat guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian dan perikanan di Lamongan,” ujarnya.

Pengembangan teknologi tersebut memiliki potensi besar karena Kampung Kerapu di Desa Labuhan memiliki luas tambak lebih dari 300 hektare yang dikelola enam kelompok pembudidaya.

Sebelumnya, pada 22 Juli 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Perseroan Terbatas (PT) Venambak Kail Dipantara telah menyalurkan 150 unit aerator Venjet untuk mendukung modernisasi budi daya ikan kerapu di kawasan tersebut.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, produksi budi daya ikan kerapu sepanjang 2025 mencapai 1.830,62 ton dengan nilai lebih dari Rp174 miliar. Hingga September 2026, produksinya tercatat mencapai 1.481,5 ton. Komoditas tersebut dipasarkan ke berbagai wilayah hingga pasar ekspor dengan harga Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan infrastruktur jaringan internet yang memadai, digitalisasi di Kampung Kerapu diharapkan mampu memperkuat daya saing pembudidaya, meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi desa. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Akademisi Ingatkan Pentingnya Verifikasi Sebelum Buku Sejarah Bengkel Dicetak

PDF 📄Diskusi Panel Sejarah Desa Bengkel mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengumpulkan sumber dan silsilah leluhur …

MetamorFosil Hadirkan Empat Koleksi Unggulan Prasejarah Semedo

PDF 📄Pameran MetamorFosil dalam Wanara Seba 2026 mengangkat perjalanan pengetahuan masyarakat tentang fosil Semedo, mulai …

Minut Perkuat Desa Wisata, Warga Jangan Cuma Jadi Penonton

PDF 📄MINAHASA UTARA – Masyarakat desa wisata di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) didorong mengambil peran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *